Sabtu, 26 Januari 2008

Kisah Klasik Indonesia


Mungkin ini adalah sebuah kisah klise. Akhir - akhir ini banyak sekali kejadian yang menyengsarakan rakyat kecil. Mulai dari bencana alam, penyakit, sosial, ekonomi, budaya, dan yang paling parah politik.


Saat ini Indonesia menjalankan pemerintahan yang memberlakukan sistem Otonomi Daerah. Dimana daerah - daerah atau kabupaten - kabupaten berhak menjalankan roda pemerintahaannya sendiri ( enggak tau benar atau salah, aku taunya gitu ). Kepala daerah mulai dari Presiden sampai Kepala Desa ( kalau yang terakhir udah dari dulu ) dipilih secara langsung oleh rakyat.


Memang sih ada baiknya pemilihan secara langsung ini. Tidak seperti jaman Urde Baru dulu pemilihan pemimpin mulai Presiden sampai Bupati seperti pepatah : Membeli Kucing dalam Karung. Kita rakyat cuman menebak-nebak siapa ya nanti yang jadi pemimpin kita. Tapi dalam era reformasi ini rakyat memilih langsung calon - calon pimpinannya.


Memang pemilihan secara langsung banyak membawa terwujutnya demokrasi yang bersih. Tapi banyak juga pemilihan secara langsung ini membawa kesengsaraan. Akhir - akhir ini banyak berita di seluruh stasiun TV di Indonesia menayangkan berita - berita pemilu di daerah - daerah di Indonesia banyak diwarnai dengan demonstrasi menolak kemenangan calon pimpinan daerah. Sampai - sampai membawa korban manusia, harta, aset - aset pemerintahan yang dibangun oleh pembayaran pajak kita banyak yang dirusak di jarah dan lain - lain.
Kenapa jadian ini banyak terjadi di Indonesia, apa karena sifat orang - orang Indonesia yang terlalu fanatik dalam mendukung seseorang. Sebagai contoh tiap ada pertandingan bola pasti rusuh.
Kenapa kita tidak berjiwa sportif, legowo, sabar dan berpikiran rialistis.
Kita sebenarnya harus siap dalam hidup menerima kekalahan, kesengsaraan, kesedihan dan kehancuran. Memang kadang kala kita terlalu hanyut dalam keadaan itu. Tapi kita tidak boleh terus menerus hanyut, kita harus tetap berusaha untuk bangkit dan kembali mempertahankan hidup agar lebih baik.
Seandainya orang - orang yang senang demo, senang merusak, senang bikin onar itu tetap berjiwa sabar, sportif, menerima apa adanya perubahan yang terjadi dan tetap merasa harus terus berusaha bangkit dari keterpurukan bangsa ini. Mungkin aku akan senang melihat siaran berita di statiun TV Indonesia.
Rakyat Indonesia capek hidup dalam keaadaan seperti ini. Mari kita bangkit memperbaiki Indonesia yang sedang sakit ini. Semoga Indonesia kembali jaya sebagai mercusuar dunia. Amin.
Hanya tumpahan hati dari seorang anak negeri.

Minggu, 20 Januari 2008

Bioskop Tua

Sekarang di kotaku Jember baru ada hiburan baru Bioskop semi 21 yang baru buka dapat sebulan. Yah lumayan lah sebanding dengan harga tiket yang harus dibayar. Memang bioskopnya tidak semewah di 21 Cineplex yang ada di Mall-mall tapi yang bikin aku salut adalah bioskop ini tetap mepertahankan BANGUNAN TUA yang menurutku gedung itu sangat indah, desain minimalis gaya tahun 70an ( aku enggak tau istilahnya ) plus area balkon yang mengingatkanku waktu kecil sekitar tahun 80an ketika aku diajak nonton bareng-bareng dengan keluarga ( memang kami adalah keluarga pecinta film kususnya film layar lebar ) dan nonton film layar lebar menjadi hobbyku yang tidak bisa aku tinggalkan, walaupun kini aku harus meninggalkan nikmatnya nonton di 21 cineplex dengan digital sound untuk kembali membangun kota ku tercinta JEMBER.

Kembali ke bioskop tua. Pertama kali aku nonton di gedung bioskop kotaku ini adalah sama yayangku, waktu itu masih dalam keadaan yang sangat jauh dari sekarang. Dengan tempat duduk dari kayu, kualitas film yang parah abis, suara yang lebih bagus Home Teater di rumahku plus udara panas. Tapi aku cukup kagum pada desain gedung bioskop tua ini. Sejak pertama aku jatuh cinta dengan gedung bioskop tua ini, sayang waktu itu keadaannya sangat tidak terawat, dengan cat yang mengelupas, langit-langit yang sudah hapir jatuh, dan dengan segala aroma yang bikin pusing. Suasana sangat mendukung kalau diputar film-film horor.

Saat itu aku berangan-angan, Andaikan aku punya uang, andaikan aku kaya, aku akan beli gedung ini akan ku bangun sebuah 21 cineplex dengan tetap mempertahankan desain gedung itu, yah mungkin yang harus diganti ya tempat duduk, tata suara dan gambar. Plus harus ngecat disana sini.

Yah mungkin belum saatnya infestasi yang muluk-muluk. Tapi dalam waktu 3 tahun pengelola gedung itu mungkin membaca pikiranku. Dengan usahanya dia merubah gedung bioskop tua menjadi lebih modern kualitas 21 dengan tetap mempertahankan arsitektur gedungnya. Aku sangat salut andaikan banyak orang yang ingin tetap menjaga aset budaya gedung-gedung tua yang banyak menyimpan sejarah, yang mau memelihara, menjaga, merehap dengan tetap mempertahankan desainnya. Mungkin kita tidak akan kehilangan jati diri bangsa ini.

Salut untuk pemilik Kusuma 21Cineplex Jember. Semoga lebih banyak orang yang peduli pada gedung-gedung tua di Indonesia.

Misteri VS Horor


Beberapa waktu lalu aku iseng chating sama sahabatku di Jakarta. Waktu itu kita chating udah lewat tengah malam. Suasana di Jakarta dan di kotaku sama-sama hujan. Sorenya aku juga iseng nonton film Horor " Lawang Sewu " di gedung bioskop yang pernah aku ceritakan sebelumnya.
Lawang sewu gedung yang terdapat di kota Semarang ini memang telah lama aku ingin melihatnya. Dan memang katanya terkenal dengan kisah-kisah horornya. Sampai - sampai salah satu TV swasta di indonesia membikin reality show di gedung ini dan sukses besar dengan penampakan sesosok mahluk menyeramkan, dan ternyata sukses juga membuat reality show itu naik retingnya ( katanya sih ). Tapi aku tidak melihat sisi gelap dari Lawang sewu, aku melihat betapa indah arsitektur gedung itu, memang aku hanya melihat dari foto-foto yang ditampilkan di internet. Tapi aku melihat ada aura di gedung itu. Sepertinya gedung itu mempunyai kekuatan yang sangat dasyat entah itu kekuatan mistik atau kekautan akan indahnya arsitektur gedung itu.

Indahnya gedung-gedung tua jangan sampai hanya menjadi kenangan. Mari kita jaga dan lestarikan.

Nah sekarang kembali ke chating.
Iseng aku cerita sama sahabatku itu tentang film yang aku tonton. Nah kita akhirnya ngobrol tentang film horor Indonesia dan film horor hollywood. Kalau film horor Indonesia memang kuat di makeupnya tapi untuk skenario masih jauh dari kata bagus. Tapi terus terang film horor Indonesia kalau mau di olah lebih baik mungkin akan lebih horor dari film-film luar. Mungkin masih ingat film Jonny deep " Sleppy Hollow " desa yang kesannya angker benar nah kalau versi Indonesia nya tuh mungkin desa Angker Batu yang ada di film Jailangkung. Lain lagi kalau film Blade vampir nyentrik yang sekarang ada Blade the series kalau Indonesia-nya tuh mungkin karakter Mak Lampir yang cocok. Hiii.

Nah dari Mak Lampir inilah akhirnya kita brousing tentang super hero Indonesia dan super hero luar. Dan kok ya ketemu ternyata Batman sama Supermen dijadikan dalam satu film layar lebar. Wah pasti seru 2 super hero dalam satu film. Iseng-iseng ngobrol kalau super hero indonesia kira-kira yang keren kalau diangkat ke layar lebar siapa yah ?????
Kita masing-masing punya pendapat misalnya Gatot Kaca karakter dari pewayangan. Ada lagi Sarep Tambak Yoso seorang pahlawan di masa penjajahan Belanda ( tapi kalau yang ini ada bener), ada lagi Wali Songo penyebar agama Islam di Indonesia ( ini juga benar-benar ada ), kok kipikiran sama Naga Bonar kalau yang ini benar-benar karakter yang diciptakan oleh penulis Asrul Sani dan Indonesia banget. Salut sama Naga Bonar Jadi 2 yang menurut kami Best Movie in Indonesia. Tapi Sarip Tambak Yoso, Wali Songo, Naga Bonar khan ujutnya manusia, enggak seperti Superman, Batman, Robin, X-man yang karekternya unik n lucu kalau dibuat action figure. Hiiii.

Para super hero luar khan kebanyakan banyak sebagai daya imajinasi pengarangnya yang kebanyakan dari komik. Yang ujutnya digambarkan dengan kesempurnaan yang berlebihan ( otot pada menonjol, pakai topeng dan baju yang warna warni ). Nah sebenarnya Indonesia enggak kalah keren superhero yang karakternya tercipta dari imajinasi pengarangnya. Ambil contoh karakter-karakter : Mak Lampir, Nyi Blorong, Nyi Loro Kidul ( keduanya legenda asli Indonesia ), Jailangkung, Suster ngesot, Kuntilanak, Hantu jeruk purut atau siluman-siluman yang biasanya tayang di sinetron - sinetron di TV Indosiar, hiii.... kalau siluman sih enggak masuk nominasi superhero khususnya di sinetron punyaannya TV Indosiar.
Dari sini kita akhirnya sepakat ingin membuat sebuah film layar lebar Indonesia yang karakter superheronya harus Indonesia banget. Mungkin kalau di Hollywood punya Batman dan Superman yang dijadikan dalam satu film. Nah kita punya ide gila yang mungkin kalau dibuat film jadi Box Office di seluruh dunia. Amin.

Kita ingin ada superhero yang bergabung memberantas kejahatan di muka bumi ini. Nah akhirnya kita menyeleksi beberapa karakter. Dan dapat ide.
Gimana kalau judulnya " Misteri VS Horor " nah kalau di dunia tarik suara punya 3 Diva ( KD, Ruth, Titi ) nah di film ini juga punya 3 Nyai yang anggotanya adalah Nyai Blorong, Nyai Loro Kidul dan Nyai Lampir. Nah ketiga Nyai dari karakter misteri ini harus ngelawan dari karakter horor. 3 harus lawan 3 nah akhirnya kita memilih, Suster Ngesot, Kuntilanak dan Jailangkung yang mewakili karakter horor.

Seru khan 3 Nyai lawan 3 Hantu yang semuanya asli karakter dari Indonesia ( kalau dibuat action figure pasti seru bonekanya ). Nah karakter udah ada tinggal siapa bintang-bintang film indonesia yang dipilih untuk main di film ini. Sebenarnya ada bintang film Indonesia spesialis horor yaitu Suzana, aktris senior ini horor banget dan Indonesia banget tidak ada duanya di dunia... Salut. Tapi kita ingin yang muda, cantik, bersinar, dan lagi naik daun. Kalau Dian sastro dia udah imagenya film drama, Marta timoty kecentilan, Luna maya ah.. cocok dia mendukung di daerah matanya, mata Luna Maya memang aneh dan kalau dipoles dikit ae pasti keluar aura horornya, Wulan Guritmo emmmm salah satu kandidat deh ntik dicasting dulu. Kalau Laudia C. Bella dia asyik disuaranya serak-serak basah. Kalau Marcella Zalianty harus di casting dulu.
Ah kayaknya sulit menentukan siapa yang membintangi film ini.

Wah waktu udah hampir pagi. Akhirnya aku dan sahabatku mengakhiri hayalan iseng tentang film Misteri VS Horor ini, tapi kalau kita punya modal kita pasti memproduseri film ini. PASTI... ini adalah ide gila kita berdua Rudi dan Nanang.

Kawah Ijen