Rabu, 27 Februari 2008

Work is Fun


"Work is either fun or drudgery. It depends on your attitude. I like fun. Bekerja tidak menyenangkan, tidak juga terlampau berat. Semua itu tergantung pada sikap Anda. Saya suka bekerja menyenangkan." Colleen C. Barrett


Setiap hari kita menghabiskan banyak waktu untuk bekerja, entah di kantor, pasar, sawah, lapangan atau di manapun kita berada. Seorang karyawan misalnya, rata-rata ia akan menghabiskan waktu 8 jam setiap hari. Delapan jam adalah waktu yang sangat panjang dan melelahkan bila kita tidak menikmati pekerjaan, tidak bersemangat, sedih, lesu, dan mengantuk. Seandainya dipaksakan pun hanya akan membuang waktu dan tenaga, karena hasilnya tidak akan maksimal.


Jenuh dan tidak menikmati pekerjaan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia. Tetapi kita harus pandai menyiasati agar hal tersebut tidak berlarut-larut dan menghambat produktivitas kita. Ada 7 kiat agar kita dapat menikmati pekerjaan dan mudah mengatasi kejenuhan, untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang optimal.


Langkah pertama sebelum memulai bekerja adalah mencintai pekerjaan kita terlebih dahulu. Bermacam faktor dapat memicu kejenuhan, sehingga kita tidak dapat menikmati pekerjaan. Tetapi bila kita mencintai pekerjaan yang sedang kita tekuni, maka kita akan merasa lebih berarti, karena pada dasarnya setiap orang di dunia ini memiliki peran dan sama-sama penting.


Mencintai pekerjaan juga akan mendorong semangat kita untuk bekerja dengan penuh tangung jawab. Mengutip kata-kata seorang guru etos kerja Indonesia, Jansen Sinamo, "Kerja adalah amanah, Anda harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab." Bertanggung jawab dalam arti melakukan apa yang terbaik seringkali berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas hasil pekerjaan sekaligus semangat kerja kita.


Realitas kehidupan kerja juga tidak lepas dari berbagai macam hambatan, entah dalam bentuk persaingan atau sabotase, kurangnya fasilitas dan modal, tekanan dari atasan dan lain sebagainya. Tak jarang hambatan atau dalam bahasa positif disebut dengan `tantangan' menjadikan kita tidak menikmati pekerjaan. Tetapi jangan pernah sekalipun membiarkan tantangan dalam pekerjaan menghambat kinerja kita.


Langkah yang dapat kita tempuh dalam menghadapi tantangan adalah berpikir positif. Dengan berpikir positif, kita akan melihat tantangan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri kita. Pepatah bijak dari Jepang sebagaimana dikutip dalam The Prentice Hall Encyclopedia of World Proverb menyebutkan, "Adversity is the foundation of virtue Tantangan adalah dasar dari kebaikan. " Artinya, kita akan dapat menjaga semangat kerja tetap tinggi dan menikmati pekerjaan dengan selalu berpikir positif.


Selain itu, kenikmatan dalam menjalankan pekerjaan di antaranya dipacu oleh kemampuan yang kita miliki. Bila pekerjaan menuntut tingkat kemampuan tertentu, sementara kemampuan kita sendiri terbatas akan sangat mudah memicu suasana kerja yang menjemukan atau tidak menyenangkan. Alangkah baiknya jika kita selalu meningkatkan kemampuan, mengasah keahlian dan mengisi pikiran dengan informasi atau ilmu pengetahuan terbaru.


Langkah tersebut akan berpengaruh terhadap cara kita menyelesaikan pekerjaan, misalnya cara yang kita lebih bervariasi dan kreatif. Cara kerja yang kreatif lebih memastikan kita senang mengerjakan tugas kita. "...even without success, creative persons find joy in a job well done. Learning for its own sake is rewarding... meskipun tanpa kesuksesan, orang yang kreatif sangat menikmati pekerjaan yang dapat ia selesaikan dengan baik.


Belajar hanya untuk meningkatkan kreatifitas akan selalu bermanfaat," kata Mihaly Csikszentmihalyi. Sementara langkah lain yang bisa kita tempuh untuk dapat menikmati pekerjaan adalah memupuk sikap konsisten.


Seperti dikatakan sebelumnya bahwa kehidupan di dunia kerja sarat dengan aneka tantangan. Tetapi bila kita selalu bersikap konsisten terhadap tujuan semula, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, maka keresahan, kekhawatiran, kebosanan dan segala yang kurang menyenangkan dalam pekerjaan akan tergantikan dengan rasa tenang dan senang.


Pada akhirnya sikap konsisten tersebut menjadikan kita lebih maju dalam bidang pekerjaan kita. Langkah selanjutnya adalah menetapkan skala prioritas dalam pekerjaan. Kerjakan tugas yang terpenting, dan menyelesaikannya sesuai dengan batas waktu yang sudah kita tentukan sendiri. Patuhilah target deadline atau batas waktu, dan kita patut malu jika melanggarnya. Dengan demikian, kita akan terpacu untuk segera menyelesaikan pekerjaan tanpa merasa terbebani.


Sementara itu, kita tidak dapat memungkiri bahwa kita selalu membutuhkan dukungan orang lain. John Ruskin menerangkan, "Every great man is always being helped by everybody, for his gift is to get good out of all things and all persons. Setiap orang yang hebat selalu didukung oleh orang lain, karena kebaikan yang ia dapatkan bersumber dari bermacam sebab dan dukungan orang lain."


Kecerdasan dalam mengelola hubungan dengan orang-orang dalam lingkungan sangat berpengaruh terhadap suasana psikologis kita saat bekerja, terlebih terhadap hasil pekerjaan. Maka langkah yang harus kita tempuh adalah menciptakan suasana kerja yang komunikatif. Luangkan waktu setidaknya untuk mendengar dan berusaha memahami harapan dan persoalan yang sedang dihadapi oleh orang-orang dalam lingkup pekerjaan kita. Dengan demikian akan tercipta saling pengertian dan jalinan keakraban, yang pada akhirnya melahirkan suasana menyenangkan dalam bekerja.


Mungkin salah satu sebab kita tidak bersemangat kerja, bosan, malas dan lain sebagainya dikarenakan potensi kita kurang diberdayakan atau kurang dihargai. Kalau saja potensi itu digabungkan dengan semangat kerja, pasti hasilnya sangat mengagumkan. Maka langkah yang bisa kita tempuh adalah mencoba saling memotivasi dan menghargai sesama rekan kerja, atasan, bawahan maupun kolega kerja.


Motivasi dan penghargaan tidak saja menciptakan keakraban dalam lingkungan kerja, tetapi juga mengobarkan semangat untuk berpacu dalam prestasi. "Motivation is the fuel, necessary to keep the human engine running. Motivasi adalah bahan bakar, sangat penting untuk menghela semangat kerja manusia," kata Zig Ziglar.


Dengan saling menghargai dan memotivasi, kita akan senantiasa mendapatkan sumber semangat untuk lebih giat bekerja. Satu hal yang harus kita pikirkan, waktu akan terus berlari tanpa memandang apakah kita sedang bersemangat kerja, lesu, gembira atau mengantuk. Maka jangan sia-siakan waktu, lakukan pekerjaan sebaik-baiknya. Tujuh kiat di atas akan membantu kita bekerja dengan lebih baik, karena selalu ada jalan untuk melakukan pekerjaan kita dengan lebih baik. "There is a way to do it better...find it.


Selalu ada jalan untuk bekerja dengan baik carilah," kata Thomas Edison.


Sumber: Mengatasi Kejenuhan & Menikmati Pekerjaan oleh Andrew Ho. Andrew Ho adalah seorang motivator, pengusaha, dan penulis buku best seller

Mengatasi Kejenuhan Bekerja


Mengatasi Kejenuhan Saat BekerjaPernahkah anda merasa pekerjaan anda mulai terasa menyebalkan karena besarnya tekanan yang anda peroleh saat bekerja? Mungkin anda mulai merasa klien anda semakin rewel dan cerewet, bos anda mulai bertingkah sangat menyebalkan dengan terus-menerus tidak puas dengan pekerjaan atau bahkan mencela hasil kerja anda. Anehnya, hal tersebut baru terjadi belakangan ini. Mungkin ini pertanda anda mulai mengalami apa yang dinamakan burnout atau yang biasa kita sebut dengan kejenuhan (yang biasanya disebabkan oleh stres). Jangan dianggap enteng lho, salah-salah bukan hanya pekerjaan tapi juga kesehatan anda yang terganggu.

Ada beberapa aktivitas yang cukup efektif untuk mengatasi kejenuhan ini :

1. Nikmati kehidupan di luar pekerjaanJangan campuradukkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Saat anda mempunyai waktu luang/libur, nikmatilah dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu saat kembali kerja, mudah-mudahan anda akan kembali bersemangat.

2. Buat kesalahan kecilBerbuat salah bukan berarti dunia kiamat, jadi jangan ragu-ragu. Sesekali buatlah kesalahan-kesalahan dalam pekerjaan (tapi jangan dalam hal-hal penting, salah-salah nanti anda malah dipecat!) yang mungkin terlihat lucu atau bodoh di mata orang lain. Secara tidak langsung, hal ini akan merangsang kreativitas dan imajinasi anda dalam bekerja. Plus, tantangan baru akan tercipta.

3. Bicarakan dengan rekan kerja andaKehidupan di metropolitan membuat seseorang menjadi cenderung individualis. Sering-sering deh hang-out atau makan siang bareng dengan rekan-rekan kerja anda. Siapa tahu dengan ngobrol dengan rekan kerja, anda bisa menemukan solusi masalah. Bukan tidak mungkin rekan kerja anda pernah mengalami masalah yang sama dengan yang anda alami saat ini.

4. MeditasiSemakin cepat anda bekerja, semakin mudah anda terserang stres. Untuk mengatasinya, selalu bawa kertas dan pensil untuk mencatat kejadian-kejadian yang membuat anda stres di sepanjang hari kerja. Kemudian setelah tiba di rumah, coba anda duduk dan renungkan hal-hal apa saja yang telah terjadi hari ini selama 5 sampai 15 menit.

5. Kenali diri sendiriMaksudnya di sini adalah mengenal bagaimana diri anda bereaksi saat bekerja dalam tekanan. Untuk mengetahuinya, tanyakan pada orang-orang yang mengenal anda dengan baik. Jangan merasa putus asa, ingatlah bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Bila anda sudah mempunyai pemahaman ini, maka mengatasi masalah akan lebih mudah.

6. Stres karena pekerjaan atau hal lain?Apakah anda merasa kesal karena tekanan yang anda alami di kantor atau bawaan dari masalah di rumah yang tidak terselesaikan. Dengan mengenali penyebab stres, maka akan lebih mudah menemukan jalan penyelesaiannya.

7. Pertolongan tenaga profesionalSeandainya anda tetap tidak bisa menemukan cara-cara yang efektif untuk mengatasi problema anda, ada baiknya anda menemui konselor/psikolog yang memang memiliki kemampuan untuk mengatasi hal-hal seperti ini. Jangan takut dianggap aneh, ini jaman modern mas/mbak!

sumber : jobstresshelp

Senin, 25 Februari 2008

Umur Seorang Manusia

Hari sabtu tanggal 23 Februari 2008, salah seorang rekan sekantorku meninggal dunia karena kecelakaan. Temanku ini menjadi rekan kerjaku sejak tahun 2005 s/d 2006, di Kantorku sekarang, kemudian dia pindah ke Kecamatan tahun 2006 s/d 2007, dan pindah lagi ke Sekretariat DPRD sejak 2008 dan dua bulan berikutnya meninggal dunia.

Memang temanku ini sedikit antik, dia sebernya rajin, pintar, apalagi dia pandai dalam bidang komputer. Tapi ada sisi buruknya dalam bekerja dia sering tidak masuk kerja sampai - sampai dia terkenal karena seringnya tidak masuk kerja. Sampai - sampai se Pemda Jember mengenalnya karena itu, tapi aku salut dengan kepintarannya. Malah aku yang S.Kom pun tanya pada dia kalau lagi error. Hiiii

Dia masih muda, umur masih 37 tahun, sudah menikah dua kali, yang pertama cerai dan menikah lagi dan punya anak yang sekarang berumur 2 tahun.

Memang kalau sudah umur siapa yang sangka, padahal hari kamis aku membuat surat panggilan dinas untuk dia supaya hadir ke kantorku hari jumat, untuk menerima Surat Keputusan. Tapi dia hari jumat tidak datang, malah hari sabtu ada kabar dia meninggal dunia karena kecelakaan.

Yah..kalau sudah tuhan memanggil, kapanpun dimanapun kita harus siap. Semoga amal ibadah temanku diterima oleh Allah. Amin

Minggu, 17 Februari 2008

Sebuah Film Indonesia Berjudul " KALA "


Beberapa hari yang lalu aku meminjam VCD film Indonesia berjudul "KALA", memang aku ketinggalan untuk nonton film ini di bioskop. Yah karena kotaku memang bioskop baru ada 2 bulan yang lalu. Itupun film yang diputar enggak update. Nah terpasaklah aku alihkan hobbyku untuk nonton VCD.
Pertama lihat cuplikan film ini di acara movie di salah satu stasiun TV. Memang menurut yang buat film ini kuat di sinematografinya. Aku sih enggak ambil pusing, ah paling-paling cuman promosi tok. Biasa lah produser film khan menarik sebanyak-banyaknya movie mania untuk nonton di bioskop. Tambah lagi ada kesan mistiknya, wah jeblok deh. Paling - paling ada penampakan hantu - hantu yang enggak bikin takut malah bikin ketawa. Namanya promosi biasa lah. Kalau pemainnya yang paling ok menurutku cuman Santi sama sajiwo tejo yang terkenal dengan tembang - tembang jawanya dan wajah yang angker....hiiiii maaf mas sajiwo tejo kalau lagi baca blog ini tapi aku salut dengan keindahan suara mas sajiwo tejo apalagi di album Indonesian Dream.
Udah lama aku melupakan film ini karena lama banget VCD nya sampe di kotaku. Dan akhirnya baru bulan ini datang. Pinjam lah aku dan aku tonton di Home teater di rumahku.
Adegan demi adegan aku lalui dengan mata takjub.
Gila tampilan gambar yang disajikan sempurna.......
Dengan menggunakan sudut - sudut bangunan - bangunan tua yang sungguh indah, dengan tata pencahayaan yang menurut saya sempurna.
Salut aku pada sutradara dan penata sinematografi yang menurut saya layak mendapat OSCAR. hiiii kalau nyampe sih filmnya di Hollywood.
Memang menurutku film yang seperti ini baru ada beberapa di Indonesia khusus sinematografi, yang mominasinya : Cau Bau Khan, Pasir Berbisik, Kala, Naga Bonar Jadi 2, Berbagi Suami, Arisan, dan Brownes. Memang kalau untuk scenario dan akting masih kalah sama Naga Bonar Jadi 2 yang tetap menjadi Best Movie in Indonesian.
Memang harus kita sadari Indonesia sungguh indah, coba kita lihat Pasir Berbisik, indahnya pantai sampai gunung disajikan dengan sempurna di layar lebar. Parang tritis yang begitu sempurna bagai sebuah padang pasir di tepian pantai dan gunung Bromo yang begitu indah lekuk tubuhnya di sajikan dengan sudut - sudut indah dengan pencahayaan yang tertutup kabut.
Dalam Kala, aku temukan keindahan sudut kota - kota tua, dengan bangunan - bangunan tua yang masih kokoh berdiri menampilkan pemandangan masa lalu. Bangunan yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Mungkin dalam film Kala ini kita diingatkan bahwa bangunan - bangunan tua harus kita jaga kelestariannya, supaya bangsa ini tidak lupa akan sejarahnya.
Kalau budaya Indonesia sudah tidak usah dibahas We Are The Best, kita lihat perpaduan budaya cina dan jawa di film Cau Bau Khan yang menambah kekayaan bangsa ini. Budaya adat jawa kuno tentang poligami di Berbagi Suami. Dan peradapan modern di Arisan. Sungguh Indonesia adalah perpaduan berbagai budaya yang menampilkan segala keindahan dan kekayaan.
Indonesia adalah negara kaya, mari kita jaga, kita pertahankan, kita bela dan kita lestarikan.

Selasa, 05 Februari 2008

Perjalanan Hari Ini

Akhirnya pekerjaan yang sudah aku lakukan dari Bulan Desember 2007 - Januari 2008 telah selesai dilaporkan ke Atasan. Dengan segala cara akhirnya data - data yang aku butuhkan selesai dapat aku peroleh walaupun aku harus menunggu sampai berminggu-minggu. Memang daerahku cukup pangjang mulai dari Gunung sampai Pantai di Jember semua ada.

Memang ini adalah masih awal dari pejalanan panjang selama 35 tahun yang akan datang... Aku pensiun nanti pada umur 55 tahun. Yah masih luuaamaa, puaanjaaang perjalan yang harus ditempuh. Tapi tak apalah ini sudah menjadi pilihan hidup.

Memang saat ini aku merasa sedikit bosan dengan pekerjaan yang aku jalankan saat ini. Setiap hari melakukan pekerjaan yang sama. Kadang aku berpikir apa aku mampu sampai pensiun bekerja seperti ini. Kadang setiap berangkat pagi aku merasa ini adalah rutinitas yang harus aku lakukan sampai pensiun, mungkin nanti ditambah harus ngantar anak dan istri kesekolah dan tempat kerja.

Yah mungkin cukup untuk hari ini. Semoga hari-hari panjangku tetap bisa aku jalani dengan ridlo dari Allah. Amin.

Perjalanan Hari Ini

Akhirnya pekerjaan yang sudah aku lakukan dari Bulan Desember 2007 - Januari 2008 telah selesai dilaporkan ke Atasan. Dengan segala cara akhirnya data - data yang aku butuhkan selesai dapat aku peroleh walaupun aku harus menunggu sampai berminggu-minggu. Memang daerahku cukup pangjang mulai dari Gunung sampai Pantai di Jember semua ada.

Memang ini adalah masih awal dari pejalanan panjang selama 35 tahun yang akan datang... Aku pensiun nanti pada umur 55 tahun. Yah masih luuaamaa, puaanjaaang perjalan yang harus ditempuh. Tapi tak apalah ini sudah menjadi pilihan hidup.

Memang saat ini aku merasa sedikit bosan dengan pekerjaan yang aku jalankan saat ini. Setiap hari melakukan pekerjaan yang sama. Kadang aku berpikir apa aku mampu sampai pensiun bekerja seperti ini. Kadang setiap berangkat pagi aku merasa ini adalah rutinitas yang harus aku lakukan sampai pensiun, mungkin nanti ditambah harus ngantar anak dan istri kesekolah dan tempat kerja.

Yah mungkin cukup untuk hari ini. Semoga hari-hari panjangku tetap bisa aku jalani dengan ridlo dari Allah. Amin.

Kawah Ijen