Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2008

Ketika Indonesia Didominasi Kawanan Badut

Sebuah tulisan dari Buletin Al-Baitul Amien Jember oleh Hefni Zain.

Sebuah negara yang bernama Indonesia yang kaya akan budaya, alam, bahasa, pariwisata yang kian terpuruk oleh para pembuat keputusan yang semakin seperti badut.

Sepenggal puisi oleh KH. Mustafa Bisri.

Kau ini bagaimana ?
Kau bilang sudah merdeka negeriku, tapi kau tak berhenti menjajahku.
Kau suruh aku taqwa, tapi nasehatmu bikin aku sakit jiwa.
Kau suruh aku mengikutimu, tapi langkahmu tidak jelas arahnya.
Kau suruh aku menghormati hukum, tapi kau terus melanggarnya.
Kau suruh aku disiplin, tapi kau selalu mencotohkan yang lain.

Kau ini bagaimana?

Kau bilang Tuhan sangat dekat, tapi kau memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat.
Kau bilang kau cinta damai, tapi kau ajak aku setiap saat bertikai.
Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku.
Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku.
Kau suruh aku bertanggung jawab, tapi kau selalu bilang wallahu A'lam bisshowab.

Kau ini bagaimana ?

Kau minta dikritik, aku kritik, kau…

Jember Festival Layang - Layang

Gambar
Hari minggu, 15 Juni 2008 di Pantai Watu Ulo Kabupaten Jember, diadakan festival layang - layang untuk menyambut Bulan Berkunjung Ke Jember 2008. Acara ini diselenggarakan mulai pukul 13.00 Wib sampai selesai. Festival Layang - layang ini di dukung oleh Kantor Pariwisata Kabupaten Jember dengan beberapa sponsor. Festifal ini dikuti mulai dari warga desa, kota, perwakilan kecamatan sampai dengan perwakilan kota - kota di Jawa Timur. Acara ini dimeriahkan dengan acara musik.

Indahnya pantai watu ulo di waktu senja semakin indah dengan banyaknya berbagai bentuk, dan warna berpuluh - puluh layang - layang yang mengudara. Mulai dari bentuk cumi - cumi, kapal sampai dengan barongsai membentuk lukisan alam dengan dasar awan biru.

Foto by Rudi B. Prakoso.

PK5 Yang Mengatur Kota

Pada awal tahun 2007 Pemerintah Kota Jember mengatur lokasi, jam aktifitas dan barang - barang yang dijual oleh PK5. Pada awal penertipan banyak gejolak, mulai dari tidak setujunya PK5, banyaknya anggota DPRD yang maksutnya memihak PK5 dan selalu berkomentar miring terhadap penertipan PK5 tapi tidak pernah memberikan solusi. Sampai dengan pemberian BLT kepada PK5 yang memakan banyak anggaran.

Pada awal penertipan kawasan Jember bersih tidak ada PK5 yang beroperasi pada pagi hari, Satpol PP sampai Polisi mengawasi jalan - jalan utama pagi, siang sampai malam. Bahkan pasar sore yang dibuat area PK5 dibangun panggung untuk hiburan malam. Bahkan lampu - lampu hias menghiasi malam di sepanjang area pasar sore, yang tentunya memakan banyak daya listrik dan mengakibatkan listrik byar pet byar pet.

Waktu terus berlanjut, PK5 yang mempunyai gerobak mulai kucing - kucingan dengan aparat. Bahkan PK5 seperti membuat pagar betis di jalan - jalan dengan gerobaknya yang dibiarkan diparkir di depan tro…

SUAP = Sampaikan Upeti Agar Patuh

Saat ini banyak manusia yang ingin mendapatkan sesuatu dengan cara instan, cepat, tepat dan dapat. Segala cara ditempuh manusia dalam memperoleh sesuatu yang diinginkan. Mulai dari haram, halal, bahkan tidak tahu halal atau haram. Kejujuran dan kebenaran mulai tergeser bahkan tergusur oleh sifat - sifat manusia yang senang menyuap, uang tempel, uang semir, uang pelicin, uang sogok dan masih banyak istilah yang lain.

Seseorang yang ingin naik pangkat atau tingkat ternyata harus memberi upeti, harus memberi uang pelicin, harus berdekat - dekat dengan orang atas sebagai pemegang otoritas. Yang akhirnya kesemuanya diperoleh tidak dengan kompetisi yang sehat, prestasi yang bagus, tapi melalui kolusi, koneksi yang tidak sehat. Yang berakibat banyak yang berkualitas, jujur malah hancur , tergeser, tersingkir, dan akhirnya jatuh tersungkur.

Berbagai lembaga pemegang otoritas adalah sebagai ladang ajang suap menyuap. Misalnya pada bidang peradilan, lembagai ini merupakan lembaga yang menerapkan …

Tindakan Anarkis Atas Nama Agama

Gambar
Setiap tanggal 1 Juni di peringati hari lahirnya Pancasila, yang bukan merupakan hari - hari besar di Indonesia. Pada hari Minggu tanggal 1 Juni 2008 masyarakat Indonesia berinisiatif untuk merayakan hari lahirnya Pancasila tersebut. Dengan adanya peringatan ini diharapkan menumbuhkan rasa nasionalisme ada masyarakat Indonesia yang saat ini sedikit memudar. Pada saat itu di Jakarta banyak elemen masyarakat merayakan hari lahirnya Pancasila, dan juga banyak pula elemen masyarakat yang berdemo. Banyak demo yang diusung mulai dari turunkan BBM yang tidak akan turu, demo anti korupsi, dan masih banyak lagi. Ada salah satu demo yang diusung oleh suatu aliansi yang meneriakkan adanya kebebesan beragama di Indonesia.

Pada awalnya demo belum berjalan dan masih berkumpul di Monas Jakarta masa bergabung di Monas dan tiba ada salah satu kelompok masyarakat yang berartribut FPI menyerang dengan membabi buta pada masa yang mendukung kebebasan beragama tersebut. Dan terjadilah insiden berdarah 1 Jun…