Tampilkan postingan dengan label Pesona Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesona Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 November 2010

Lautan Koran

Hari Raya Idul Adha 1431 H / 2010 di Kabupaten Jember

Kumandang takbir bersahutan sejak malam di setiap sudut kota Jember, yang dikumandangkan mulai dari rumah-rumah, moshola, masjid, sampai takbir keliling. Sejak pukul 15.00 WIB hujan deras mengguyur kota Jember, menyejukkan udara yang beberapa hari sangat panas.
Suara kokok ayam mulai terdengar, berpadu dengan suara takbir bagai kidung indah yang sangat menyejukkan hati, sesejuk embun pagi. Azan subuh mulai berkumandang menandakan hari mulai pagi, untuk bersiap sholat Id di Masjid Jami' Al Baitul Amin Jember. Ribuan orang berkumpul dalam satu tujuan untuk mengagungkan Tahun, di halaman dan jalan-jalan di sekitar Masjid di seantero kota bahkan sampai pelosok desa.
Garis sinar surya mulai menerpa dinding dan lantai masjid, gema takbir dan tahmid masih berkumandang. Sholat Id dimulai dengan tujuh takbir dan lima takbir. Khutbah Idul Adha disampaikan mengingatkan akan kita arti kurban.

Selesai sudah sholat Id. Semua orang meninggalkan masjid menuju rumah masing-masing untuk berkumpul bersama keluarga. Ribuan manusia ini menyisakan jejak sampah yang berupa lembaran - lembaran kertas koran. Entah berapa ribu lembar koran yang menutup mulai area halaman masjid, taman-taman, jalan sekeliling masjid, sampai alun-alun.
Lautan koran ini terjadi setiap selesai sholat Idul Fitri dan Idul Adha, entah apa yang berada di pikiran mereka yang membuang sampah sembarangan, meninggalkan begitu saja sampah lembaran koran. Tanpa ada rasa bersalah mereka telah membuat kotor seluruh area masjid. Tanpa ada rasa berdosa, mereka telah membuat dosa besar dengan membuang sampah sembarangan.
Semoga keadaan ini tidak terulang lagi, dan memberikan pelajaran pada kita bahwa Islam itu suci... Islam itu bersih... Islam itu damai.

Credit post:
(c) 2010 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso
Location : Masjid Jami' Al-Baitul Amin Jember
Event : Foto hunting
Photografer : Rudi B. Prakoso

Rabu, 11 Agustus 2010

JFC 9 - The Wild of Jember Fashion Carnaval

















Credit post:
(c) 2010 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso
Location : Jember Fashion Carnaval 9
Event : Foto hunting
Photografer : Rudi B. Prakoso

Selasa, 18 Agustus 2009

Sebuah Cerita Tentang Negara yang Berusia 64

64 In an age that practically enough to become an advanced country. Currently, Indonesia is still hobbled to walk toward the affluent. Starting from the gaping hole up the steep cliff to go, but only with the help of a rope running.

Indonesia is a rich country, from Sabang to Merauke extended. Incalculable natural wealth of Indonesia.

Hopefully the 64 of this year of Indonesian independence, freedom for all.64 Tahun merupakan usia yang bisa dibilang cukup untuk menjadi sebuah negara yang maju. Saat ini Indonesia masih tertatih-tatih untuk berjalan menuju makmur. Mulai dari lubang yang menganga sampai tebing terjal harus dilalui, walau hanya dengan bantuan seutas tali terus berjalan.

Indonesia adalah negara yang kaya, mulai dari Sabang sampai Merauke terbentang luas. Tak terkira kekayaan alam Indonesia.

Semoga dengan 64 Tahun Kemerdekaan Indonesia ini, kemerdekaan untuk semua.


Credit post:
(c) 2009 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso
Location : Jl. Kartini - Jember
Event : Foto hunting
Photografer : Rudi B. Prakoso

Selasa, 16 Juni 2009

Penggali Sumur


A traditional well digger just a piece of iron to dig wells. This well digger can dig wells with a depth of 45 meters.

Seorang penggali sumur tradisional hanya menggunakan sebilah besi untuk menggali sumur. Penggali sumur ini mampu menggali sumur dengan kedalaman 45 meter.
Credit post:
(c) 2009 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso
Location : My home - Perum Surya Pondok Gede Kav - 3 Jember
Event : Foto hunting
Photografer : Rudi B. Prakoso

Sabtu, 13 Juni 2009

UFO Tradisional - - Uniqueness Moment

Traditional UFO, perhaps the right word for the results of this photograph. This photo was taken at the time of launching Jember Traveling to the Moon in 2009, the day Sunday, May 31, 2009 in the town square of the town of Jember. Attraction of this traditional blimp absorbing Jember community for decades in a hot air balloon flying in the air.

This balloon is made of plastic in the hot air given that can meangkasa to fuel the fire burned.
UFO Tradisional, mungkin kata yang tepat untuk hasil foto ini. Foto ini diambil pada saat launching Bulan Berkunjung ke Jember 2009, hari Minggu, 31 Mei 2009 di Alun-alun kota Jember. Atraksi balon udara tradisional ini menyedot perhatian masyarakat Jember karena berpuluh-puluh balon udara di terbangkan di udara.

Balon udara ini terbuat dari plastik yang di beri udara panas sehingga bisa meangkasa sampai bahan bakar api habis terbakar.

Credit post:
(c) 2009 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso
Location : Alun-alun kota Jember
Event : Foto hunting for "Uniqueness Moment" in Launching Bulan Berkunjung ke Jember 2009 Photografer : Rudi B. Prakoso

Jumat, 24 April 2009

Hedonisme

Hedonisme...

A word that may rarely heard by our ears, but we have inadvertently become adherents of hedonism society.

Sebuah kata yang mungkin jarang di dengar oleh telinga kita, tapi tanpa sengaja kita telah menjadi masyarakat penganut hedonisme.

According id.wikipedia.org hedonism is the view of life which assumes that the material pleasures of life is the main goal. People's views on things - things that are partying, shopping, fun - happy is the main goal in life and they do not care about other people.

Hedonisme menurut id.wikipedia.org adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Pandangan orang terhadap hal - hal yang bersifat pesta pora, belanja, bersenang - senang adalah tujuan utama dalam hidup dan mereka tidak memperdulikan orang lain.

Hedonism phenomenon can not be separated from the emergence of many centers - shopping centers in the city - a big city, even behind the city - a small town race - the race to the center - shopping and entertainment.

Fenomena hedonisme tidak lepas dari banyak munculnya pusat - pusat perbelanjaan di kota - kota besar, bahkan tak ketinggalan kota - kota kecil berlomba - lomba membuat pusat - pusat perbelanjaan dan hiburan.

A large shopping and entertainment center has changed the face of a city of culture and even people. Once a possible day-to-day activities carried out only in the workplace and at home right now people just choose the Mall which will spend the holidays.

Banyaknya pusat perbelanjaan dan hiburan ini telah mengubah wajah sebuah kota bahkan budaya masyarakatnya. Dulu yang mungkin aktifitas sehari-hari hanya dilakukan di tempat kerja dan di rumah sekarang masyarakat tinggal memilih di Mall mana akan menghabiskan waktu liburan.

Here occurred the gulf between the haves and the people who have-nots. Community-nots race - the race to spend money on the Mall - the mall, but the have-nots trying to adjust to doing things in order to follow the culture of hedonism.

Disini terjadi jurang pemisah antara masyarakat yang berpunya dan masyarakat yang tidak berpunya. Masyarakat berpunya berlomba - lomba menghabiskan uang di Mall - mall tapi masyarakat tidak berpunya berupaya menyesuaikan diri dengan melakukan segala hal untuk bisa mengikuti budaya hedonisme.

Live hack how we deal with the cultural wave that could sweep can even drown us with Religion and maintaining such a culture in eastern Indonesia.

Tinggal bagaimana kita menghadapi terjangan gelombang budaya yang bisa menghanyutkan bahkan bisa menenggelamkan kita dengan Agama dan tetap mempertahankan budaya timur seperti di Indonesia.

Credit post:
(c) 2009 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso and id.wikipedia.org
Location : Tunjungan Plaza - Surabaya
Event : Foto hunting for "Hedonisme"
Photografer : Rudi B. Prakoso

Rabu, 28 Januari 2009

Color of Man

Seonggok tubuh manusia bisa bermacam karakter
Bisa bermacam cara dalam menyampaikan kata dan rasa

Tapi tetap tubuh itu adalah manusia.
Yang tetap membutuhkan orang lain untuk terus hidup.
Credit post:
(c) 2009 All picture and teks by Rudi B. Prakoso
Location : Tanggul - Jember
Event : Gerak Jalan Tradisional 30 Km Tanggul Jember ( TAJEMTRA 2008 )
Photografer : Rudi B. Prakoso

Rabu, 24 Desember 2008

Dance on The Street

Dance on the street , sebuah perkumpulan para dancer yang cukup extrim ini merupakan para kaula muda di Jember.
Mereka melakukan show pada malam minggu atau akhir pekan, biasanya mereka menari di sekitar Pendopo WahyaWibawaGraha Jember atau di depan Kantor Pemkab Jember.



Lebih baik melakukan hal - hal positif seperti ini dari pada terlibat Narkoba.
(c) 2008 All Picture by Rudi B. Prakoso

Kembali Ku Menulis - Bagian 1 - Rembangan Royal Resort and Spa

Sudah lama aku tidak menulis sesuatu ataupun memposting foto indahnya alam ini. Saat ini ketika tersedia waktu untuk sekedar menulis cerita...