Rabu, 03 Agustus 2016
Sabtu, 20 November 2010
Lautan Koran
Kumandang takbir bersahutan sejak malam di setiap sudut kota Jember, yang dikumandangkan mulai dari rumah-rumah, moshola, masjid, sampai takbir keliling. Sejak pukul 15.00 WIB hujan deras mengguyur kota Jember, menyejukkan udara yang beberapa hari sangat panas.
Suara kokok ayam mulai terdengar, berpadu dengan suara takbir bagai kidung indah yang sangat menyejukkan hati, sesejuk embun pagi. Azan subuh mulai berkumandang menandakan hari mulai pagi, untuk bersiap sholat Id di Masjid Jami' Al Baitul Amin Jember. Ribuan orang berkumpul dalam satu tujuan untuk mengagungkan Tahun, di halaman dan jalan-jalan di sekitar Masjid di seantero kota bahkan sampai pelosok desa.
Garis sinar surya mulai menerpa dinding dan lantai masjid, gema takbir dan tahmid masih berkumandang. Sholat Id dimulai dengan tujuh takbir dan lima takbir. Khutbah Idul Adha disampaikan mengingatkan akan kita arti kurban.
Selesai sudah sholat Id. Semua orang meninggalkan masjid menuju rumah masing-masing untuk berkumpul bersama keluarga. Ribuan manusia ini menyisakan jejak sampah yang berupa lembaran - lembaran kertas koran. Entah berapa ribu lembar koran yang menutup mulai area halaman masjid, taman-taman, jalan sekeliling masjid, sampai alun-alun.
Lautan koran ini terjadi setiap selesai sholat Idul Fitri dan Idul Adha, entah apa yang berada di pikiran mereka yang membuang sampah sembarangan, meninggalkan begitu saja sampah lembaran koran. Tanpa ada rasa bersalah mereka telah membuat kotor seluruh area masjid. Tanpa ada rasa berdosa, mereka telah membuat dosa besar dengan membuang sampah sembarangan.
Semoga keadaan ini tidak terulang lagi, dan memberikan pelajaran pada kita bahwa Islam itu suci... Islam itu bersih... Islam itu damai.
Credit post:
(c) 2010 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso
Location : Masjid Jami' Al-Baitul Amin Jember
Event : Foto hunting
Photografer : Rudi B. Prakoso
Rabu, 11 Agustus 2010
JFC 9 - The Wild of Jember Fashion Carnaval
Credit post:
(c) 2010 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso
Location : Jember Fashion Carnaval 9
Event : Foto hunting
Photografer : Rudi B. Prakoso
Selasa, 18 Agustus 2009
Sebuah Cerita Tentang Negara yang Berusia 64
Indonesia is a rich country, from Sabang to Merauke extended. Incalculable natural wealth of Indonesia.
Hopefully the 64 of this year of Indonesian independence, freedom for all.
64 Tahun merupakan usia yang bisa dibilang cukup untuk menjadi sebuah negara yang maju. Saat ini Indonesia masih tertatih-tatih untuk berjalan menuju makmur. Mulai dari lubang yang menganga sampai tebing terjal harus dilalui, walau hanya dengan bantuan seutas tali terus berjalan.Indonesia adalah negara yang kaya, mulai dari Sabang sampai Merauke terbentang luas. Tak terkira kekayaan alam Indonesia.
Semoga dengan 64 Tahun Kemerdekaan Indonesia ini, kemerdekaan untuk semua.
Credit post:
(c) 2009 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso
Location : Jl. Kartini - Jember
Event : Foto hunting
Photografer : Rudi B. Prakoso
Selasa, 16 Juni 2009
Penggali Sumur

A traditional well digger just a piece of iron to dig wells. This well digger can dig wells with a depth of 45 meters.
Seorang penggali sumur tradisional hanya menggunakan sebilah besi untuk menggali sumur. Penggali sumur ini mampu menggali sumur dengan kedalaman 45 meter.
Credit post:(c) 2009 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso
Location : My home - Perum Surya Pondok Gede Kav - 3 Jember
Event : Foto hunting
Photografer : Rudi B. Prakoso
Sabtu, 13 Juni 2009
UFO Tradisional - - Uniqueness Moment
This balloon is made of plastic in the hot air given that can meangkasa to fuel the fire burned.
UFO Tradisional, mungkin kata yang tepat untuk hasil foto ini. Foto ini diambil pada saat launching Bulan Berkunjung ke Jember 2009, hari Minggu, 31 Mei 2009 di Alun-alun kota Jember. Atraksi balon udara tradisional ini menyedot perhatian masyarakat Jember karena berpuluh-puluh balon udara di terbangkan di udara.Balon udara ini terbuat dari plastik yang di beri udara panas sehingga bisa meangkasa sampai bahan bakar api habis terbakar.
Credit post:
(c) 2009 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso
Location : Alun-alun kota Jember
Event : Foto hunting for "Uniqueness Moment" in Launching Bulan Berkunjung ke Jember 2009 Photografer : Rudi B. Prakoso
Jumat, 24 April 2009
Hedonisme
A word that may rarely heard by our ears, but we have inadvertently become adherents of hedonism society.
Sebuah kata yang mungkin jarang di dengar oleh telinga kita, tapi tanpa sengaja kita telah menjadi masyarakat penganut hedonisme.
According id.wikipedia.org hedonism is the view of life which assumes that the material pleasures of life is the main goal. People's views on things - things that are partying, shopping, fun - happy is the main goal in life and they do not care about other people.
Hedonisme menurut id.wikipedia.org adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Pandangan orang terhadap hal - hal yang bersifat pesta pora, belanja, bersenang - senang adalah tujuan utama dalam hidup dan mereka tidak memperdulikan orang lain.
Hedonism phenomenon can not be separated from the emergence of many centers - shopping centers in the city - a big city, even behind the city - a small town race - the race to the center - shopping and entertainment.
Fenomena hedonisme tidak lepas dari banyak munculnya pusat - pusat perbelanjaan di kota - kota besar, bahkan tak ketinggalan kota - kota kecil berlomba - lomba membuat pusat - pusat perbelanjaan dan hiburan.
A large shopping and entertainment center has changed the face of a city of culture and even people. Once a possible day-to-day activities carried out only in the workplace and at home right now people just choose the Mall which will spend the holidays.
Banyaknya pusat perbelanjaan dan hiburan ini telah mengubah wajah sebuah kota bahkan budaya masyarakatnya. Dulu yang mungkin aktifitas sehari-hari hanya dilakukan di tempat kerja dan di rumah sekarang masyarakat tinggal memilih di Mall mana akan menghabiskan waktu liburan.
Here occurred the gulf between the haves and the people who have-nots. Community-nots race - the race to spend money on the Mall - the mall, but the have-nots trying to adjust to doing things in order to follow the culture of hedonism.
Disini terjadi jurang pemisah antara masyarakat yang berpunya dan masyarakat yang tidak berpunya. Masyarakat berpunya berlomba - lomba menghabiskan uang di Mall - mall tapi masyarakat tidak berpunya berupaya menyesuaikan diri dengan melakukan segala hal untuk bisa mengikuti budaya hedonisme.
Live hack how we deal with the cultural wave that could sweep can even drown us with Religion and maintaining such a culture in eastern Indonesia.
Tinggal bagaimana kita menghadapi terjangan gelombang budaya yang bisa menghanyutkan bahkan bisa menenggelamkan kita dengan Agama dan tetap mempertahankan budaya timur seperti di Indonesia.
Credit post:
(c) 2009 All picture by Rudi B. Prakoso
Teks by Rudi B. Prakoso and id.wikipedia.org
Location : Tunjungan Plaza - Surabaya
Event : Foto hunting for "Hedonisme"
Photografer : Rudi B. Prakoso
Rabu, 28 Januari 2009
Color of Man
Rabu, 24 Desember 2008
Dance on The Street
Kembali Ku Menulis - Bagian 1 - Rembangan Royal Resort and Spa
Sudah lama aku tidak menulis sesuatu ataupun memposting foto indahnya alam ini. Saat ini ketika tersedia waktu untuk sekedar menulis cerita...
-
Desa Sucopangepok Kecematan Jelbuk, sebuah desa dengan kedamaian di antara hijau hutan dan sawah. Desa Sucopangepok adalah sebuah desa yang...
-
Sudah lama aku tidak menulis sesuatu ataupun memposting foto indahnya alam ini. Saat ini ketika tersedia waktu untuk sekedar menulis cerita...
-
Alam memang menyimpan sejuta pesona, mulai awan gemintang sampai dasar samudra. Indonesia salah satu negara dengan sejuta pesona itu mencob...















































