Sebuah tulisan dari Buletin Al-Baitul Amien Jember oleh Hefni Zain.
Sebuah negara yang bernama Indonesia yang kaya akan budaya, alam, bahasa, pariwisata yang kian terpuruk oleh para pembuat keputusan yang semakin seperti badut.
Sepenggal puisi oleh KH. Mustafa Bisri.
Kau ini bagaimana ?
Kau bilang sudah merdeka negeriku, tapi kau tak berhenti menjajahku.
Kau suruh aku taqwa, tapi nasehatmu bikin aku sakit jiwa.
Kau suruh aku mengikutimu, tapi langkahmu tidak jelas arahnya.
Kau suruh aku menghormati hukum, tapi kau terus melanggarnya.
Kau suruh aku disiplin, tapi kau selalu mencotohkan yang lain.
Kau ini bagaimana?
Kau bilang Tuhan sangat dekat, tapi kau memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat.
Kau bilang kau cinta damai, tapi kau ajak aku setiap saat bertikai.
Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku.
Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku.
Kau suruh aku bertanggung jawab, tapi kau selalu bilang wallahu A'lam bisshowab.
Kau ini bagaimana ?
Kau minta dikritik, aku kritik, kau marah.
Kau minta alternatif, aku kasih alternatif, kau bilang jangan mengajariku.
Kau suruh aku melibatkanmu, aku melibatkanmu kau tak mau.
Kau bilang jangan melibatkanmu, aku tak melibatkanmu, kau salahkan aku.
Aku bilang terserah kamu, engkau tak mau.
Aku bilang terserah kita, engkau tak suka.
Aku bilang terserah aku, engkau malah memakiku.
Repot....Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana ?
Jumat, 20 Juni 2008
Senin, 16 Juni 2008
Jember Festival Layang - Layang
Hari minggu, 15 Juni 2008 di Pantai Watu Ulo Kabupaten Jember, diadakan festival layang - layang untuk menyambut Bulan Berkunjung Ke Jember 2008. Acara ini diselenggarakan mulai pukul 13.00 Wib sampai selesai. Festival Layang - layang ini di dukung oleh Kantor Pariwisata Kabupaten Jember dengan beberapa sponsor. Festifal ini dikuti mulai dari warga desa, kota, perwakilan kecamatan sampai dengan perwakilan kota - kota di Jawa Timur. Acara ini dimeriahkan dengan acara musik.
Indahnya pantai watu ulo di waktu senja semakin indah dengan banyaknya berbagai bentuk, dan warna berpuluh - puluh layang - layang yang mengudara. Mulai dari bentuk cumi - cumi, kapal sampai dengan barongsai membentuk lukisan alam dengan dasar awan biru.
Foto by Rudi B. Prakoso.
Rabu, 11 Juni 2008
PK5 Yang Mengatur Kota
Pada awal tahun 2007 Pemerintah Kota Jember mengatur lokasi, jam aktifitas dan barang - barang yang dijual oleh PK5. Pada awal penertipan banyak gejolak, mulai dari tidak setujunya PK5, banyaknya anggota DPRD yang maksutnya memihak PK5 dan selalu berkomentar miring terhadap penertipan PK5 tapi tidak pernah memberikan solusi. Sampai dengan pemberian BLT kepada PK5 yang memakan banyak anggaran.
Pada awal penertipan kawasan Jember bersih tidak ada PK5 yang beroperasi pada pagi hari, Satpol PP sampai Polisi mengawasi jalan - jalan utama pagi, siang sampai malam. Bahkan pasar sore yang dibuat area PK5 dibangun panggung untuk hiburan malam. Bahkan lampu - lampu hias menghiasi malam di sepanjang area pasar sore, yang tentunya memakan banyak daya listrik dan mengakibatkan listrik byar pet byar pet.
Waktu terus berlanjut, PK5 yang mempunyai gerobak mulai kucing - kucingan dengan aparat. Bahkan PK5 seperti membuat pagar betis di jalan - jalan dengan gerobaknya yang dibiarkan diparkir di depan trotoar jalan - jalan.
Masuk tahun 2008 PK5 tambah parah, bahkan sudah mulai berani jualan pagi hari. Belum lagi aparat yang hangat - hangat tai kucing dalam melaksanakan Peraturan Daerah. Bahkan menurut Jawa Pos Radar Jember, 11 Juni 2008. Saat ini PK5 sudah secara terang - terangan berjualan di pagi hari. Alasan PK5 adalah tidak ada yang beli jika pada siang sampai dengan malam hari. Belum lagi effek kenaikan BBM yang mengurangi pendapatan karena masyarakat enggan berbelanja.
PK5 memang menjadi ladang bisnis yang tetap eksis di masa - masa sulit seperti ini. Bahkan PK5 dapat bertahan dalam situasi yang sulit, mereka mencoba untuk tetap bertahan dalam terpaan harga-harga yang melangit dan dari pesaing pasar - pasar modern. Mungkin masyarakat akan memilih belanja di Mall atau Plaza yang sarat akan sarana fasilitas hiburan dan belanja dengan tempat yang bersih, sejuk, teratur, dan masyarakat bisa memilih barang - barang dalam satu tempat dengan tidak perlu menawar harga bahkan membayar cukup dengan menggesek kartu kredit.
Saat ini di kota - kota besar seperti surabaya bahkan jember sudah mulai menjamur pusat - pusat perbelanajaan yang menawarkan banyak kenyamanan. Dan pasar - pasar tradisonal mulai tergusur juga PK5 nya.
Dalam menanggapi permasalahan seperti ini sebenarnya pemerintah, masyarakat dan pada pedagang PK5 harus duduk satu meja dan membicarakan yang terbaik dan tidak merugikan masing - masing pihak.
Sebagai contoh di Bugis Street di Singapura www.bugis-street.com pada awalnya Bugis Street adalah sebuah jalan di kota Singapura tempat para PK5 yang berjualan. Kalau di Jember adalah daerah Jalan Samanhudi, Pasar Tanjung. Pada awalnya jalan ini kumuh, sesak, kotor, jorok dengan para PK5 yang sembarangan dalam menata jualannya.
Akhirnya pemerintah setempat, PK5 dan masyarakat setempat duduk satu meja dan membicarakan penataan PK5 yang kocar-kacir.
Singkat kata jalan yang dulunya kumuh, kotor, jorok, oleh pemerintah dibangun dengan standart Mall tapi tetap mempertahankan ciri khas PK5.
Memang membangun seperti itu butuh dana besar, pengorbanan, kesabaran dan sudah barang tentu merupakan investasi jangka panjang. Tetapi hasil yang diperoleh adalah bugis street terkenal seantero jagat sebagai tempat belanja paling murah ala PK5 dengan kualitas barang nomor 1 dan kenyamanan nomor 1.
Semoga kota tercinta Jember mempunyai Jember Street seperti Bugis Street. Amin
Pada awal penertipan kawasan Jember bersih tidak ada PK5 yang beroperasi pada pagi hari, Satpol PP sampai Polisi mengawasi jalan - jalan utama pagi, siang sampai malam. Bahkan pasar sore yang dibuat area PK5 dibangun panggung untuk hiburan malam. Bahkan lampu - lampu hias menghiasi malam di sepanjang area pasar sore, yang tentunya memakan banyak daya listrik dan mengakibatkan listrik byar pet byar pet.
Waktu terus berlanjut, PK5 yang mempunyai gerobak mulai kucing - kucingan dengan aparat. Bahkan PK5 seperti membuat pagar betis di jalan - jalan dengan gerobaknya yang dibiarkan diparkir di depan trotoar jalan - jalan.
Masuk tahun 2008 PK5 tambah parah, bahkan sudah mulai berani jualan pagi hari. Belum lagi aparat yang hangat - hangat tai kucing dalam melaksanakan Peraturan Daerah. Bahkan menurut Jawa Pos Radar Jember, 11 Juni 2008. Saat ini PK5 sudah secara terang - terangan berjualan di pagi hari. Alasan PK5 adalah tidak ada yang beli jika pada siang sampai dengan malam hari. Belum lagi effek kenaikan BBM yang mengurangi pendapatan karena masyarakat enggan berbelanja.
PK5 memang menjadi ladang bisnis yang tetap eksis di masa - masa sulit seperti ini. Bahkan PK5 dapat bertahan dalam situasi yang sulit, mereka mencoba untuk tetap bertahan dalam terpaan harga-harga yang melangit dan dari pesaing pasar - pasar modern. Mungkin masyarakat akan memilih belanja di Mall atau Plaza yang sarat akan sarana fasilitas hiburan dan belanja dengan tempat yang bersih, sejuk, teratur, dan masyarakat bisa memilih barang - barang dalam satu tempat dengan tidak perlu menawar harga bahkan membayar cukup dengan menggesek kartu kredit.
Saat ini di kota - kota besar seperti surabaya bahkan jember sudah mulai menjamur pusat - pusat perbelanajaan yang menawarkan banyak kenyamanan. Dan pasar - pasar tradisonal mulai tergusur juga PK5 nya.
Dalam menanggapi permasalahan seperti ini sebenarnya pemerintah, masyarakat dan pada pedagang PK5 harus duduk satu meja dan membicarakan yang terbaik dan tidak merugikan masing - masing pihak.
Sebagai contoh di Bugis Street di Singapura www.bugis-street.com pada awalnya Bugis Street adalah sebuah jalan di kota Singapura tempat para PK5 yang berjualan. Kalau di Jember adalah daerah Jalan Samanhudi, Pasar Tanjung. Pada awalnya jalan ini kumuh, sesak, kotor, jorok dengan para PK5 yang sembarangan dalam menata jualannya.
Akhirnya pemerintah setempat, PK5 dan masyarakat setempat duduk satu meja dan membicarakan penataan PK5 yang kocar-kacir.
Singkat kata jalan yang dulunya kumuh, kotor, jorok, oleh pemerintah dibangun dengan standart Mall tapi tetap mempertahankan ciri khas PK5.
Memang membangun seperti itu butuh dana besar, pengorbanan, kesabaran dan sudah barang tentu merupakan investasi jangka panjang. Tetapi hasil yang diperoleh adalah bugis street terkenal seantero jagat sebagai tempat belanja paling murah ala PK5 dengan kualitas barang nomor 1 dan kenyamanan nomor 1.
Semoga kota tercinta Jember mempunyai Jember Street seperti Bugis Street. Amin
Jumat, 06 Juni 2008
SUAP = Sampaikan Upeti Agar Patuh
Saat ini banyak manusia yang ingin mendapatkan sesuatu dengan cara instan, cepat, tepat dan dapat. Segala cara ditempuh manusia dalam memperoleh sesuatu yang diinginkan. Mulai dari haram, halal, bahkan tidak tahu halal atau haram. Kejujuran dan kebenaran mulai tergeser bahkan tergusur oleh sifat - sifat manusia yang senang menyuap, uang tempel, uang semir, uang pelicin, uang sogok dan masih banyak istilah yang lain.
Seseorang yang ingin naik pangkat atau tingkat ternyata harus memberi upeti, harus memberi uang pelicin, harus berdekat - dekat dengan orang atas sebagai pemegang otoritas. Yang akhirnya kesemuanya diperoleh tidak dengan kompetisi yang sehat, prestasi yang bagus, tapi melalui kolusi, koneksi yang tidak sehat. Yang berakibat banyak yang berkualitas, jujur malah hancur , tergeser, tersingkir, dan akhirnya jatuh tersungkur.
Berbagai lembaga pemegang otoritas adalah sebagai ladang ajang suap menyuap. Misalnya pada bidang peradilan, lembagai ini merupakan lembaga yang menerapkan hukum untuk mengadili yang salah atau yang benar. Tetapi namanya hukum saat ini banyak diberlakukan tidak sesuai koridornya sebagai alat untuk mengadili. Tetapi banyak hukum yang diputar balikkan sesuai dengan kenginan atau kehendak. Suap menyuap dalam meringankan hukuman sudah menjadi budaya yang lumrah. Keputusan sering diperjual belikan bahkan terjadi tawar menawar walaupun tidak nampak, bahkan hanya dengan kerdipan mata dan transfer antar rekeningpun dilakukan untuk memringankan hukuman.
Lembaga birokrasi, lembaga ini menurut masyarakat adalah salah satu ladang suap yang paling kelihatan, semua urusan ujung - ujungnya duit. Kalau tidak ada duit urusan macet - cet. Memang keadaan seperti ini merupakan perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab. Perilaku oknum ini menutupi orang - orang yang bekerja dengan jujur, berkualitas dan disiplin menjadi ikut buruk perilakunya.
Semoga Indonesia cepat berubah dari keaadan seperti ini menjadi baik. Amin.
Rangkuman dari Bulletin Al - Baitul Amien Jember edisi 6 Juni 2008.
Seseorang yang ingin naik pangkat atau tingkat ternyata harus memberi upeti, harus memberi uang pelicin, harus berdekat - dekat dengan orang atas sebagai pemegang otoritas. Yang akhirnya kesemuanya diperoleh tidak dengan kompetisi yang sehat, prestasi yang bagus, tapi melalui kolusi, koneksi yang tidak sehat. Yang berakibat banyak yang berkualitas, jujur malah hancur , tergeser, tersingkir, dan akhirnya jatuh tersungkur.
Berbagai lembaga pemegang otoritas adalah sebagai ladang ajang suap menyuap. Misalnya pada bidang peradilan, lembagai ini merupakan lembaga yang menerapkan hukum untuk mengadili yang salah atau yang benar. Tetapi namanya hukum saat ini banyak diberlakukan tidak sesuai koridornya sebagai alat untuk mengadili. Tetapi banyak hukum yang diputar balikkan sesuai dengan kenginan atau kehendak. Suap menyuap dalam meringankan hukuman sudah menjadi budaya yang lumrah. Keputusan sering diperjual belikan bahkan terjadi tawar menawar walaupun tidak nampak, bahkan hanya dengan kerdipan mata dan transfer antar rekeningpun dilakukan untuk memringankan hukuman.
Lembaga birokrasi, lembaga ini menurut masyarakat adalah salah satu ladang suap yang paling kelihatan, semua urusan ujung - ujungnya duit. Kalau tidak ada duit urusan macet - cet. Memang keadaan seperti ini merupakan perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab. Perilaku oknum ini menutupi orang - orang yang bekerja dengan jujur, berkualitas dan disiplin menjadi ikut buruk perilakunya.
Semoga Indonesia cepat berubah dari keaadan seperti ini menjadi baik. Amin.
Rangkuman dari Bulletin Al - Baitul Amien Jember edisi 6 Juni 2008.
Rabu, 04 Juni 2008
Tindakan Anarkis Atas Nama Agama

Setiap tanggal 1 Juni di peringati hari lahirnya Pancasila, yang bukan merupakan hari - hari besar di Indonesia. Pada hari Minggu tanggal 1 Juni 2008 masyarakat Indonesia berinisiatif untuk merayakan hari lahirnya Pancasila tersebut. Dengan adanya peringatan ini diharapkan menumbuhkan rasa nasionalisme ada masyarakat Indonesia yang saat ini sedikit memudar. Pada saat itu di Jakarta banyak elemen masyarakat merayakan hari lahirnya Pancasila, dan juga banyak pula elemen masyarakat yang berdemo. Banyak demo yang diusung mulai dari turunkan BBM yang tidak akan turu, demo anti korupsi, dan masih banyak lagi. Ada salah satu demo yang diusung oleh suatu aliansi yang meneriakkan adanya kebebesan beragama di Indonesia.
Pada awalnya demo belum berjalan dan masih berkumpul di Monas Jakarta masa bergabung di Monas dan tiba ada salah satu kelompok masyarakat yang berartribut FPI menyerang dengan membabi buta pada masa yang mendukung kebebasan beragama tersebut. Dan terjadilah insiden berdarah 1 Juni 2008 di Monas Jakarta.
Akibat insiden ini banyak elemen masyarakat, bahkan orang nomor 1 di Indonesia mengecam tindakan FPI tersebut kelewat " ANARKIS ".
Banyak elemen masyarakat meminta untuk membubarkan FPI yang notabene selalu main kasar dalam setiap menyelesaikan masalah, dan mereka selalu beralasan Jihat atas nama agama.
Sebagai orang islam penulis merasa sangat prihatin atas kejadian anarkis yang mengatasnamakan agama yang terjadi di Indonesia. Kenapa orang Indonesia cepat berbuat anarkis, marah, emosi dan menangsendiri. Mulai demo mahasiswa, demo masalah Islam, sampai pemilihan pemimpin daerah.
Mari kita selalu sabar dalam menghadapi semua hal, berserah diri kepada Tuhan, dan selalu saling menghargai.
Pada awalnya demo belum berjalan dan masih berkumpul di Monas Jakarta masa bergabung di Monas dan tiba ada salah satu kelompok masyarakat yang berartribut FPI menyerang dengan membabi buta pada masa yang mendukung kebebasan beragama tersebut. Dan terjadilah insiden berdarah 1 Juni 2008 di Monas Jakarta.
Akibat insiden ini banyak elemen masyarakat, bahkan orang nomor 1 di Indonesia mengecam tindakan FPI tersebut kelewat " ANARKIS ".
Banyak elemen masyarakat meminta untuk membubarkan FPI yang notabene selalu main kasar dalam setiap menyelesaikan masalah, dan mereka selalu beralasan Jihat atas nama agama.
Sebagai orang islam penulis merasa sangat prihatin atas kejadian anarkis yang mengatasnamakan agama yang terjadi di Indonesia. Kenapa orang Indonesia cepat berbuat anarkis, marah, emosi dan menangsendiri. Mulai demo mahasiswa, demo masalah Islam, sampai pemilihan pemimpin daerah.
Mari kita selalu sabar dalam menghadapi semua hal, berserah diri kepada Tuhan, dan selalu saling menghargai.
Foto diatas diambil di depan Masjid Jami' Al-Baitul Amin Jember, pada tanggal 3 Juni 2008.
Rabu, 28 Mei 2008
Sabtu, 10 Mei 2008
BBM, Benar Benar Mahal
BBM, Benar Benar Mahal
Tidak lama lagi pemerintah akan menaikkan harga BBM sampai dengan 50%, dan berarti pula akan berakibat akan naiknya harga - harga barang dan jasa di pasaran.
Memang jika pemerintah menaikkan harga BBM, subsidi yang selama ini di kucurkan untuk BBM akan dialihkan untuk kebutuhan yang lain. Subsidi untuk BBM memang cukup besar, mencapai Rp. 300 Trilyun pertahun. Dan uang itu hanya untuk BBM tidak untuk yang lain. Selama ini masyarakat mungkin tidak sadar bahwa sebenarnya pemerintah sudah banyak mengeluarkan dana untuk kebutuhan masyarakat lewat BBM. Selama ini masyarakat menganggap pemerintah tidak berpihak pada masyarakat. Selama ini masyarakat beranggapan bahwa biaya kesehatan mahal, pendidikan mahal, semuanya mahal. Hal ini diakibatkan karena biaya untuk pendidikan, kesehatan, dan lain - lain dialihkan hanya untuk mensubsidi BBM.
Menghilangkan subsidi BBM berarti mengurangi pengeluaran pemerintah sebanyak Rp. 300 Trilyun pertahun. Dan pengeluaran pemerintah sebanyak ini, bisa digunakan untuk yang lain. Misalnya untuk pendidikan, kesehatan, investasi untuk lapangan pekerjaan. Dan itu berdampak pada murahnya pendidikan, murahnya kesehatan, dan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Dari sini masyarakat harus bijak dalam melihat kenaikan BBM ini. Memang kenaikan BBM ini akan berakibat pada yang lain. Ini merupan dampak yang memang terjadi jika ada perubahan.
Disini pemerintah sebagai pemegang keputusan harus juga bijak dalam menentukan keputusan. Jika memang pemerintah mengurangi subsidi BBM, maka subsidi itu bisa di alihkan untuk pos - pos pengeluaran yang lain.
Memang pemerintah akan memberlakukan pemberian tunai langsung pada masyarakat yang rencananya akan dikucurkan dana Rp. 100.000 per kepala keluarga. Ini sebagai social side effect yang diambil oleh pemerintah. Sebernarnya pemerintah harus cerdas dalam memberikan bantuan pada masyarakat akibat naiknya BBM. Uang sebanyak Rp. 100.000 akan habis dalam sehari untuk membeli kebutuhan pokok. Tapi jika uang Rp. 100.000 ribu ini diwujudkan dalam terwujutnya lapangan pekerjaan dan ketrampilan masyarakat mungkin uang Rp 100.000 ini akan lebih bermakna banyak misalnya mengurangi pengangguran, mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan masyarakat akan berkembang tingkat perekonomiannya karena mereka mempunyai keterampilan dan mempunyai pekerjaan.
Selain itu pemerintah seharusnya juga cerdas dalam menaggulangi kelanggkaan BBM. Pemerintah seharusnya mendorong pembuatan bahan bakar arternatif seperti Biosel, Gas Alam, Angin, Matahari, Air dan lain - lain. Saat lalu pemerintah memang mengeluarkan INPRES tentang pemanfaatan biosel, tapi hanya isapan jempol atau istilahnya hangat - hangat tai kucing. Sebenarnya pengembangan biosel sangat membantu dalam pergantian BBM dari fosil ke BBM dari biosel. ( Mungkin pemerintah, DPR, MPR dll tidak pernah membaca majalah National Geograhic ). Selain itu pertamina sebagai perusahaan tunggal pengolah BBM harus selalu mengembangkan inofasi - inofasi dalam bahan bakar arternatif. Kembali lagi rasanya pemrintah dan pertamina berjalan sendiri sendiri, tidak ada titik temunya.
Selain itu pemerintah juga harus cerdas dalam menemukan sumber - sumber APBN misalnya sebagai contoh : Indonesia merupakan negara paling banyak perokoknya, bahkan sampai - sampai rokok menjadi kebutuhan pokok mengalahkan nasi, atau susu bagi masyarakat Indonesia. Bahkan ada komentar lebih baik merokok dari pada membelikan susu untuk anak. Dan Indonesia adalah salah satu produsen rokok terbesar juga di dunia, dan parahnya rokok di Indonesia adalah paling murah di dunia. Kita tahu bahwa rokok tidak ada baiknya untuk manusia, bahkan banyak menyebabkan penyakit ( yang sudah ditulis dalam bungkus rokok ). Dan kebanyakan perokok di Indonesia tidak sadar akan apa yang dilakukannya telah memberikan penyakit pada orang lain sebagai perokok pasif. Nah dari kenyataan ini pemerintah bisa menarik pajak sebanyak - banyaknya dari rokok. Saat ini rokok hanya dikenakan pajak 18% perbatang atau sebesar kurang lebih Rp. 50,-. Dengan kondisi Indonesia sebagai produsen rokok terbesar, negara yang penduduknya paling banyak perokoknya, dan harga rokok paling murah di dunia, maka untuk memperoleh Rp. 300 trilyun pertahun cukup mudah didapatkan dari rokok. Naikkan pajak rokok, buat rokok seharga BBM perbatangnya !!!!!!!!!!!!!.
Tapi masyarakat juga bijak dalam menghadapi kelanggakan dan kenaikan BBM, saat ini sudah tersedia ELPIJI yang di Indonesia gas ini tinggal colok saja di perut bumi Indonesia maka gas - gas ini sudah dapat dikomsumsi oleh masyarakat. Selain itu masyarakat harus sadar juga untuk tidak membuang - buang BBM untuk konvoi kampanye, jalan - jalan pakai mobil, berjalan atau naik sepeda lebih sehat dan bebas polusi, selain itu nyalakan AC secukupnya, gunakan lampu - lampu hemat energi, padamkan lampu kalau tidak perlu. Matikan alat elektronik kalau tidak digunakan. Dan yang paling penting tetap kreatif dalam menciptakan sumber energi baru dan dapat diperbarui.
Semoga Indonesia cepat lepas dari krisis sekarang ini. Amin
(c) 2008 by Rudi B. Prakoso
Tidak lama lagi pemerintah akan menaikkan harga BBM sampai dengan 50%, dan berarti pula akan berakibat akan naiknya harga - harga barang dan jasa di pasaran.
Memang jika pemerintah menaikkan harga BBM, subsidi yang selama ini di kucurkan untuk BBM akan dialihkan untuk kebutuhan yang lain. Subsidi untuk BBM memang cukup besar, mencapai Rp. 300 Trilyun pertahun. Dan uang itu hanya untuk BBM tidak untuk yang lain. Selama ini masyarakat mungkin tidak sadar bahwa sebenarnya pemerintah sudah banyak mengeluarkan dana untuk kebutuhan masyarakat lewat BBM. Selama ini masyarakat menganggap pemerintah tidak berpihak pada masyarakat. Selama ini masyarakat beranggapan bahwa biaya kesehatan mahal, pendidikan mahal, semuanya mahal. Hal ini diakibatkan karena biaya untuk pendidikan, kesehatan, dan lain - lain dialihkan hanya untuk mensubsidi BBM.
Menghilangkan subsidi BBM berarti mengurangi pengeluaran pemerintah sebanyak Rp. 300 Trilyun pertahun. Dan pengeluaran pemerintah sebanyak ini, bisa digunakan untuk yang lain. Misalnya untuk pendidikan, kesehatan, investasi untuk lapangan pekerjaan. Dan itu berdampak pada murahnya pendidikan, murahnya kesehatan, dan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Dari sini masyarakat harus bijak dalam melihat kenaikan BBM ini. Memang kenaikan BBM ini akan berakibat pada yang lain. Ini merupan dampak yang memang terjadi jika ada perubahan.
Disini pemerintah sebagai pemegang keputusan harus juga bijak dalam menentukan keputusan. Jika memang pemerintah mengurangi subsidi BBM, maka subsidi itu bisa di alihkan untuk pos - pos pengeluaran yang lain.
Memang pemerintah akan memberlakukan pemberian tunai langsung pada masyarakat yang rencananya akan dikucurkan dana Rp. 100.000 per kepala keluarga. Ini sebagai social side effect yang diambil oleh pemerintah. Sebernarnya pemerintah harus cerdas dalam memberikan bantuan pada masyarakat akibat naiknya BBM. Uang sebanyak Rp. 100.000 akan habis dalam sehari untuk membeli kebutuhan pokok. Tapi jika uang Rp. 100.000 ribu ini diwujudkan dalam terwujutnya lapangan pekerjaan dan ketrampilan masyarakat mungkin uang Rp 100.000 ini akan lebih bermakna banyak misalnya mengurangi pengangguran, mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan masyarakat akan berkembang tingkat perekonomiannya karena mereka mempunyai keterampilan dan mempunyai pekerjaan.
Selain itu pemerintah seharusnya juga cerdas dalam menaggulangi kelanggkaan BBM. Pemerintah seharusnya mendorong pembuatan bahan bakar arternatif seperti Biosel, Gas Alam, Angin, Matahari, Air dan lain - lain. Saat lalu pemerintah memang mengeluarkan INPRES tentang pemanfaatan biosel, tapi hanya isapan jempol atau istilahnya hangat - hangat tai kucing. Sebenarnya pengembangan biosel sangat membantu dalam pergantian BBM dari fosil ke BBM dari biosel. ( Mungkin pemerintah, DPR, MPR dll tidak pernah membaca majalah National Geograhic ). Selain itu pertamina sebagai perusahaan tunggal pengolah BBM harus selalu mengembangkan inofasi - inofasi dalam bahan bakar arternatif. Kembali lagi rasanya pemrintah dan pertamina berjalan sendiri sendiri, tidak ada titik temunya.
Selain itu pemerintah juga harus cerdas dalam menemukan sumber - sumber APBN misalnya sebagai contoh : Indonesia merupakan negara paling banyak perokoknya, bahkan sampai - sampai rokok menjadi kebutuhan pokok mengalahkan nasi, atau susu bagi masyarakat Indonesia. Bahkan ada komentar lebih baik merokok dari pada membelikan susu untuk anak. Dan Indonesia adalah salah satu produsen rokok terbesar juga di dunia, dan parahnya rokok di Indonesia adalah paling murah di dunia. Kita tahu bahwa rokok tidak ada baiknya untuk manusia, bahkan banyak menyebabkan penyakit ( yang sudah ditulis dalam bungkus rokok ). Dan kebanyakan perokok di Indonesia tidak sadar akan apa yang dilakukannya telah memberikan penyakit pada orang lain sebagai perokok pasif. Nah dari kenyataan ini pemerintah bisa menarik pajak sebanyak - banyaknya dari rokok. Saat ini rokok hanya dikenakan pajak 18% perbatang atau sebesar kurang lebih Rp. 50,-. Dengan kondisi Indonesia sebagai produsen rokok terbesar, negara yang penduduknya paling banyak perokoknya, dan harga rokok paling murah di dunia, maka untuk memperoleh Rp. 300 trilyun pertahun cukup mudah didapatkan dari rokok. Naikkan pajak rokok, buat rokok seharga BBM perbatangnya !!!!!!!!!!!!!.
Tapi masyarakat juga bijak dalam menghadapi kelanggakan dan kenaikan BBM, saat ini sudah tersedia ELPIJI yang di Indonesia gas ini tinggal colok saja di perut bumi Indonesia maka gas - gas ini sudah dapat dikomsumsi oleh masyarakat. Selain itu masyarakat harus sadar juga untuk tidak membuang - buang BBM untuk konvoi kampanye, jalan - jalan pakai mobil, berjalan atau naik sepeda lebih sehat dan bebas polusi, selain itu nyalakan AC secukupnya, gunakan lampu - lampu hemat energi, padamkan lampu kalau tidak perlu. Matikan alat elektronik kalau tidak digunakan. Dan yang paling penting tetap kreatif dalam menciptakan sumber energi baru dan dapat diperbarui.
Semoga Indonesia cepat lepas dari krisis sekarang ini. Amin
(c) 2008 by Rudi B. Prakoso
Langganan:
Postingan (Atom)
Kembali Ku Menulis - Bagian 1 - Rembangan Royal Resort and Spa
Sudah lama aku tidak menulis sesuatu ataupun memposting foto indahnya alam ini. Saat ini ketika tersedia waktu untuk sekedar menulis cerita...
-
Desa Sucopangepok Kecematan Jelbuk, sebuah desa dengan kedamaian di antara hijau hutan dan sawah. Desa Sucopangepok adalah sebuah desa yang...
-
Seonggok tubuh manusia bisa bermacam karakter Bisa bermacam cara dalam menyampaikan kata dan rasa Tapi tetap tubuh itu adalah manusia. Ya...
-
Buah naga Hylocereus undatus adalah tanaman katus, tanaman ini berasal dari daratan Mesiko, Amerika tengah, dan Amerika Selatan. Tapi taman...