Tetap di kota tercinta Jember.
Pada artiket Seni Arsitektur Islam Modern, penulis mengetengahkan Masjid Baitur Roja' sebagai salah satu arsitektur modern yang terpengaruh pada bentuk fasat dari balok-balok persegi panjang dan perpaduan antara bahan- bahan material alami, yang memperindah tampilan dari masjid Baitur Roja'.
Masjid Jami' Jember ini dibangun pada tahun 1973 dan selesai
diresmikan pada tahun 1976. Sepintas bangunan ini menyerupai desain gedung MPR/DPR di Senayan Jakarta. Tapi Masjid Jami' ini lebih terkenal dengan sebutan masjid jamur. Nama masjid jamur ini sampai terkenal di seluruh Jawa Timur bahkan Asia. Masjid Jami' ini dibangun tepat di pusat kota Jember sebelah barat alun - alun kota, di sebelah utara masjid Jami' lama yang dibangun dengan gaya tempo dulu yang penuh dengan garis tegas yang dipengaruhi desain bangunan - bangunan jaman Belanda.
Masjid Jami' yang baru ini sangat kontras dengan Masjid Jami' lama yang berdetail garis tegas, sedang Masjid Jami' baru berbentuk lengkungan setengah lingkaran. Masjid Jami' ini tidak mempunyai kubah yang terpisah di puncak bangunan seperti pada umumnya masjid - masjid di Indonesia, tapi bangunan masjid ini keseluruhannya adalah kubah, dari bawah sampai dengan atas.
Masjid ini mempunyai 5 kubah utama dan 2 kubah kecil sebagai tempat wudlu. Dari 5 kubah utama ini terdapat 1 kubah yang paling luas, dan mempunyai 2 lantai. Untuk desain eksterior sangat sederhana, hanya kubah besar setengah lingkaran yang tertelungkup yang dicat warna hijau dengan detail pelipit warna kuning. Untuk
kubah 2 lantai terdapat beton penguat sebanyak 8 garis yang semuanya bertemu di tengah - tengah kubah yang di cat kuning dengan sedikit hiasan untuk sirkulasi udara.
Masjid Jami' Jember ini dibangun pada tahun 1973 dan selesai
diresmikan pada tahun 1976. Sepintas bangunan ini menyerupai desain gedung MPR/DPR di Senayan Jakarta. Tapi Masjid Jami' ini lebih terkenal dengan sebutan masjid jamur. Nama masjid jamur ini sampai terkenal di seluruh Jawa Timur bahkan Asia. Masjid Jami' ini dibangun tepat di pusat kota Jember sebelah barat alun - alun kota, di sebelah utara masjid Jami' lama yang dibangun dengan gaya tempo dulu yang penuh dengan garis tegas yang dipengaruhi desain bangunan - bangunan jaman Belanda.
Masjid Jami' yang baru ini sangat kontras dengan Masjid Jami' lama yang berdetail garis tegas, sedang Masjid Jami' baru berbentuk lengkungan setengah lingkaran. Masjid Jami' ini tidak mempunyai kubah yang terpisah di puncak bangunan seperti pada umumnya masjid - masjid di Indonesia, tapi bangunan masjid ini keseluruhannya adalah kubah, dari bawah sampai dengan atas.Masjid ini mempunyai 5 kubah utama dan 2 kubah kecil sebagai tempat wudlu. Dari 5 kubah utama ini terdapat 1 kubah yang paling luas, dan mempunyai 2 lantai. Untuk desain eksterior sangat sederhana, hanya kubah besar setengah lingkaran yang tertelungkup yang dicat warna hijau dengan detail pelipit warna kuning. Untuk
kubah 2 lantai terdapat beton penguat sebanyak 8 garis yang semuanya bertemu di tengah - tengah kubah yang di cat kuning dengan sedikit hiasan untuk sirkulasi udara.Kesederhanaan ini lah yang membuat bentuk fasat dari kubah - kubah tersebut menjadi unik, seperti 8 jamur yang sedang merekah. Untuk interior masjid bagian atas dari langit - langit dilapisi oleh karpet hijau kontras dengan warna kuning dari beton penguat. Untuk lantai dua dari kubah utama di buat garis - garis tegas warna kayu, yang membuat kesan sejuk menyeimbangi
kesan panas dari beton-beton kubah dan beton penguat.
kesan panas dari beton-beton kubah dan beton penguat.(c) 2008 by Rudi B. Prakoso
























