Selasa, 09 September 2008

Indonesia dimata seorang tua



Beberapa waktu lalu saya berjalan - jalan di kawasan Desa Sabrang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Desa Sabrang ini merupakan daerah 10 Km sebelum masuk di kawasan pantai Watu ulo.

Maksud hati ingin mencari jalan baru menuju pantai mayangan di kawasan pantai watu ulo, terus saya mengendarai motor, saya menemukan kawasan penambangan pasir didaerah aliran sungai mayang. Saya parkir motor dan berjalan menyusuri sungai.

Tak lama aku bertemu dengan seorang penambang pasir yang sedang duduk beristirahat. Ngobrol kesana - kesini dengan berbagai tema pembicaraan.

Penebangan pohon pada masa pemerintahan Gus Dur, telah mengakibatkan kawasan ini berubah. Gunung yang dulu hijau dengan pohon - pohon yang besar kini habis tinggal semak belukar mengakibatkan kekeringan. Para jagawana tak kuasa menahan para penjarah pohon. Saat ini perhutani menanam pohon jati dikawasan ini tapi untuk gunung tetap gersang.

Ingin rasa para penambang hidup lebih baik. Tapi apa daya harga pasir ditekan oleh tengkulak.

Harapan Indonesia lebih baik dari seorang tua

(c) 2008 & Picture by Rudi B. Prakoso

Senin, 01 September 2008

Nyanyian Sunyi Rowo Cangak





Angin hembus semilir tembus hijau daun
Buat daun bergoyang laksana penari gandrung
Lemah gemulai undang untuk turut menari





Lemparan selendang dahan karet
Tegas menumbus awan
Biru awanpun takmampu menahan





Harum bunga kopi bercampur kakau
Semerbak tajam tusuk hidung
Hatipun tak kuasa menahan



Redup sinar surya
Menambah anggun siluet sang penari
Berlenggok, bergoyang, bernyanyi



Musik tak ingin henti
Tak ingin juga henti sang penyanyi
Iringi sebuah kelokan episode cerita



Ceritapun berganti
Angin kian kuat tembus awan
Dahanpun rebah serah angin

Surya tak mau mengalah
Gugurkan daun jati
Buat dahaga bumi





Kuat angin menembus air
Gemuruh air kuat menghempas
Membawa sejuta harapan





Hamparan permadani hitam berenda putih
Berpagar hijau daun dan tegas karang
Berkelok indah sepanjang mata





Semburat warna biru air dan awan putih
Berpadu deru sang angin dan gemuruh air
Memanjakan hati yang lelah





Nyanyian dan musik alampun
Luluhkan amarah, kikis kesombongan sang karang
Damai hati terasa



Nyanyian Sunyi Rowo Cangak
Karunia alam
Yang terlupakan

Rowo Cangak - Jember, 30 Agustus 2008 by Rudi B. Prakoso
All Picture by Rudi B. Prakoso

Selasa, 26 Agustus 2008

Gandrung

Canmacanan - Kaduk

LPG Naik Lagi, Rakyat Menjerit


Hari ini pertamina menaikkan harga LPG untuk 12 Kg dan 50 Kg.

LPG (Liquefied Petroleum Gas) menurut wikipedia Indonesia adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. LPG ini adalah salah satu bahan bakar alternatif selain BBM atau minyak tanah.

Indonesia adalag salahsatu negara penghasil gas alam terbanyak di dunia, dengan keadaan alamnya, maka Indonesia merupakan penghasil Gas alam urutan ke 11 dari 20 negara penghasil gas alam terbesar di dunia, dan urutan ke 9 dari 15 tambang terbesar gas alam di dunia ( http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam ).

Beberapa waktu lalu pemerintah mencanangkan LPG-nisasi dengan menghentikan produksi minyak tanah. Hal ini memang disambut berbagai pihak dengan banyak komentar dan sangat membuat masyarakat menjerit karena minyak tanah hilang di pasaran di ganti dengan LPG. Memang pemerintah menggelontorkan tabung gas LPG 3 Kg, dengan gratis pada masyarakat miskin. Dan harga LPG ini disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya sedikit lebih murah. Tapi banyak kendala dengan LPG-nisasi ini, Pertamina sempat tersendat dalam produksinya. Dengan alasan permintaan yang meningkat, tabung yang belum siap produksi. Dan akhirnya Pertamina masih bisa menyimpan stok LPG untuk kota - kota besar, tapi tetap di luar jawa bahkan di jawa pun masih tersendat dan LPG masih langka.

Biasalah alasan klasik, produsen dalam menunggu kenaikan harga.


Hari ini Pertamina sebagai pemegang hak monopoli dagang LPG di Indonesia dengan tanpa melihat tingkat perekonomian masyarakat Indonesia menaikkan harga LPG tersebut. Memang untuk 3 Kg tidak ikut naik, tapi untuk 12 dan 50 Kg dengan leluasanya Pertamina menaikan harga dengan tidak melihat tingkat perekonomian rakyat yang semakin tercekik. Dengan alasan menyesuaikan dengan harga gas alam dunia.

Indonesia merupakan salahsatu negara penghasil gas alam terbesar. Kenapa Indonesia harus terpengaruh dengan harga dunia?

Seharusnya pemerintah bisa membuat harga tersebut tidak naik, seharusnya pemerintah bisa menekan pertamina untuk memproduksi gas alam hanya untuk kepentingan Indonesia.

Gas alam Indonesia adalah kekayaan alam Indonesia dan berarti pula adalah milik rakyat Indonesia.

Seharusnya produksi gas alam adalah untuk kepentingan rakyat Indonesia. Dan seharusnya tidak terpengaruh harga dunia. Karena Indonesia adalah produsen maka Indonesia berhak menentukan harga sendiri, yang sesuai dengan kekuatan masyarakat Indonesia.

Picture by wikipedia Indonesia

Rabu, 13 Agustus 2008

Kemiskinan di Indonesia

Sebuah ironi di Indonesia. Indonesia sebuah negara yang sangat kaya. Mulai dari Sabang sampai Merauke, dari gunung sampai laut, dari danau sampai sungai, dari ladang sampai sawah, dari hijau gunung sampai panas pantai, dari masyarakat pelosok sampai meropolis.

Indonesia adalah negara kayaraya, tapi kenapa Indonesia masih berkutat pada masalah kemiskinan????

Pertanyaan yang mudah di ucapkan tapi sulit untuk dijawab.

Selasa, 05 Agustus 2008

Jember Fashion Carnaval 7









Jember Fashion Carnaval sudah memasuki tahun ke 7. Karya anak bangsa yang patut dibanggakan oleh masyarakat Jember pada kususnya dan Indonesia pada umumnya. Daya kreasi design adibusana yang diambil dari kasanah budaya Indonesia dipadu dengan bahan - bahan yang ramah lingkungan.

Inilah sebuah peragaan adibusana dengan tema karnaval terpanjang didunia.

Klik Slide Show Picture khusus Jember Fashion Carnaval di samping kanan, dan nikmati indahnya kreasi anak bangsa.

All picture (c) 2008 by Rudi B. Prakoso

Kembali Ku Menulis - Bagian 1 - Rembangan Royal Resort and Spa

Sudah lama aku tidak menulis sesuatu ataupun memposting foto indahnya alam ini. Saat ini ketika tersedia waktu untuk sekedar menulis cerita...