Minggu, 20 Januari 2008

Bioskop Tua

Sekarang di kotaku Jember baru ada hiburan baru Bioskop semi 21 yang baru buka dapat sebulan. Yah lumayan lah sebanding dengan harga tiket yang harus dibayar. Memang bioskopnya tidak semewah di 21 Cineplex yang ada di Mall-mall tapi yang bikin aku salut adalah bioskop ini tetap mepertahankan BANGUNAN TUA yang menurutku gedung itu sangat indah, desain minimalis gaya tahun 70an ( aku enggak tau istilahnya ) plus area balkon yang mengingatkanku waktu kecil sekitar tahun 80an ketika aku diajak nonton bareng-bareng dengan keluarga ( memang kami adalah keluarga pecinta film kususnya film layar lebar ) dan nonton film layar lebar menjadi hobbyku yang tidak bisa aku tinggalkan, walaupun kini aku harus meninggalkan nikmatnya nonton di 21 cineplex dengan digital sound untuk kembali membangun kota ku tercinta JEMBER.

Kembali ke bioskop tua. Pertama kali aku nonton di gedung bioskop kotaku ini adalah sama yayangku, waktu itu masih dalam keadaan yang sangat jauh dari sekarang. Dengan tempat duduk dari kayu, kualitas film yang parah abis, suara yang lebih bagus Home Teater di rumahku plus udara panas. Tapi aku cukup kagum pada desain gedung bioskop tua ini. Sejak pertama aku jatuh cinta dengan gedung bioskop tua ini, sayang waktu itu keadaannya sangat tidak terawat, dengan cat yang mengelupas, langit-langit yang sudah hapir jatuh, dan dengan segala aroma yang bikin pusing. Suasana sangat mendukung kalau diputar film-film horor.

Saat itu aku berangan-angan, Andaikan aku punya uang, andaikan aku kaya, aku akan beli gedung ini akan ku bangun sebuah 21 cineplex dengan tetap mempertahankan desain gedung itu, yah mungkin yang harus diganti ya tempat duduk, tata suara dan gambar. Plus harus ngecat disana sini.

Yah mungkin belum saatnya infestasi yang muluk-muluk. Tapi dalam waktu 3 tahun pengelola gedung itu mungkin membaca pikiranku. Dengan usahanya dia merubah gedung bioskop tua menjadi lebih modern kualitas 21 dengan tetap mempertahankan arsitektur gedungnya. Aku sangat salut andaikan banyak orang yang ingin tetap menjaga aset budaya gedung-gedung tua yang banyak menyimpan sejarah, yang mau memelihara, menjaga, merehap dengan tetap mempertahankan desainnya. Mungkin kita tidak akan kehilangan jati diri bangsa ini.

Salut untuk pemilik Kusuma 21Cineplex Jember. Semoga lebih banyak orang yang peduli pada gedung-gedung tua di Indonesia.

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Mas Rudi, emange kusuma theater dadi kusuma 21 to? Mulai kapan bukae? Aku nate nonton nok kono pertama & terakhir kurang lebih tahun 85. Sukurlah nek Kusuma buka maneh. Kusuma iku nek menurutku termasuk legendaris & gedunge tinggalan jaman biyen. Ibukku biyen jek nom-nomane nek nonton film nang Jember yo nang Kusuma iku, disamping biskop nok Bondowoso.

Salam kenal yo Mas Rudi.
andri
a_hadiawan@yahoo.co.id
a_hadiawan@hotmail.com
hadiawan.blogspot.com

Rudi B. Prakoso mengatakan...

Lumayanlah mas di Jember ada bioskup yang cukup bagus. sekarang udah ada 2 studio. Jadi gedung yang ada dimodifikasi menjadi 2 studio, dulu khan memang lumayan besar teathernya apalagi ada balkonnya yang bikin klasik. Nanti aku upload foto - foto kusuma 21 yang terbaru, masih perlu ijin untuk ngambil gambarnya. Makasih komentarnya

FIRDIA INDAH NURDIM mengatakan...

hmmmm
tapi....kenapa kualitas pilemnya masih yg "gitu2" ya pak????

kata temen2 juga masih berkeliaran siti... (alias si tikus :D)

gimana niy pak????

Rudi B. Prakoso mengatakan...

Untuk FIRDIA INDAH NURDIM, jelasnya enggak ada tikusnya kok. Kursi lumayan nyaman, udara sejuk karena AC, harum juga. Kalau boleh tahu alamat blognya dimana?

Kawah Ijen