Minggu, 17 Februari 2008

Sebuah Film Indonesia Berjudul " KALA "


Beberapa hari yang lalu aku meminjam VCD film Indonesia berjudul "KALA", memang aku ketinggalan untuk nonton film ini di bioskop. Yah karena kotaku memang bioskop baru ada 2 bulan yang lalu. Itupun film yang diputar enggak update. Nah terpasaklah aku alihkan hobbyku untuk nonton VCD.
Pertama lihat cuplikan film ini di acara movie di salah satu stasiun TV. Memang menurut yang buat film ini kuat di sinematografinya. Aku sih enggak ambil pusing, ah paling-paling cuman promosi tok. Biasa lah produser film khan menarik sebanyak-banyaknya movie mania untuk nonton di bioskop. Tambah lagi ada kesan mistiknya, wah jeblok deh. Paling - paling ada penampakan hantu - hantu yang enggak bikin takut malah bikin ketawa. Namanya promosi biasa lah. Kalau pemainnya yang paling ok menurutku cuman Santi sama sajiwo tejo yang terkenal dengan tembang - tembang jawanya dan wajah yang angker....hiiiii maaf mas sajiwo tejo kalau lagi baca blog ini tapi aku salut dengan keindahan suara mas sajiwo tejo apalagi di album Indonesian Dream.
Udah lama aku melupakan film ini karena lama banget VCD nya sampe di kotaku. Dan akhirnya baru bulan ini datang. Pinjam lah aku dan aku tonton di Home teater di rumahku.
Adegan demi adegan aku lalui dengan mata takjub.
Gila tampilan gambar yang disajikan sempurna.......
Dengan menggunakan sudut - sudut bangunan - bangunan tua yang sungguh indah, dengan tata pencahayaan yang menurut saya sempurna.
Salut aku pada sutradara dan penata sinematografi yang menurut saya layak mendapat OSCAR. hiiii kalau nyampe sih filmnya di Hollywood.
Memang menurutku film yang seperti ini baru ada beberapa di Indonesia khusus sinematografi, yang mominasinya : Cau Bau Khan, Pasir Berbisik, Kala, Naga Bonar Jadi 2, Berbagi Suami, Arisan, dan Brownes. Memang kalau untuk scenario dan akting masih kalah sama Naga Bonar Jadi 2 yang tetap menjadi Best Movie in Indonesian.
Memang harus kita sadari Indonesia sungguh indah, coba kita lihat Pasir Berbisik, indahnya pantai sampai gunung disajikan dengan sempurna di layar lebar. Parang tritis yang begitu sempurna bagai sebuah padang pasir di tepian pantai dan gunung Bromo yang begitu indah lekuk tubuhnya di sajikan dengan sudut - sudut indah dengan pencahayaan yang tertutup kabut.
Dalam Kala, aku temukan keindahan sudut kota - kota tua, dengan bangunan - bangunan tua yang masih kokoh berdiri menampilkan pemandangan masa lalu. Bangunan yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Mungkin dalam film Kala ini kita diingatkan bahwa bangunan - bangunan tua harus kita jaga kelestariannya, supaya bangsa ini tidak lupa akan sejarahnya.
Kalau budaya Indonesia sudah tidak usah dibahas We Are The Best, kita lihat perpaduan budaya cina dan jawa di film Cau Bau Khan yang menambah kekayaan bangsa ini. Budaya adat jawa kuno tentang poligami di Berbagi Suami. Dan peradapan modern di Arisan. Sungguh Indonesia adalah perpaduan berbagai budaya yang menampilkan segala keindahan dan kekayaan.
Indonesia adalah negara kaya, mari kita jaga, kita pertahankan, kita bela dan kita lestarikan.

Tidak ada komentar:

Kawah Ijen