Selasa, 22 Juli 2008

1/2 Perjalanan


Hari libur merupakan, hari yang benar - benar saya pergunakan untuk berlibur melepaskan penat dan stress seminggu bekerja. Seperti biasa saya bangun solat subuh lalu berolahraga jalan sehat dari rumah sampai alun - alun kota jember pergi pulang, sengaja hari minggu ini tidak ikut SKJ karena alun - alun ada acara MTQ.

Setelah pulang mandi, pasti perut minta diisi. Akhirnya saya mengalah demi perut keluar rumah cari makan pagi. Tanpa rencana saya bermaksut wisata kuliner sambil jalan - jalan dan membawa kamera.

Perjalanan dengan motor terus berlanjut ke arah selatan jember, kecamatan Mumbulsari terlewati, perkebunan Mumbul dan Galaxzi terlewati. Masuk kecamatan Tempurejo, motor saya belok kekanan menuju padang Golf Glantangan.

Maksud hati ingin mengabadikan keunikan padang Golf Glantangan yang terletak tepat di tengah perkebunan karet dan dibawah Gunung. Karena hari mulai terik hasil pengambilan gambar padang Golf Glantangan kurang memuaskan hati.

Perjalanan di tengah perkebunan karet dan kakau ternyata menyimpan pesona yang unik, dengan tanaman yang teratur dan udara sejuk membuat mata terasa sejuk, dan udara sangat bersih tanpa ada polusi.

Perut meluai meronta, tanpa terasa perjalanan sampai de Afdeling Kalisanen Kecamatan Tempurejo. Di afdeling ini terdiri berapa rumah sederhana yang mempunyai ciri khas perkebunan.

Di salah satu pojok ada sebuah warung, ah lumayan ada warung yang jaul nasi pecel. Wah ini wisata kuliner makan ditengah perkebunan dengan aroma wangi bunga kakau, kopi dan karet sungguh membuat nikmat acara makan pagi setengah siang. Dengan bumbu pecel yang asli ditumbuk dengan batu mempunyai rasa ciri khas unik. Dengan ikan asin yang di bumbu merah pedas dan teh hangat.

Perjalanan saya lanjutkan ke arah selatan menembus pekerbunan karet dan kopi. Tak terasa saya sampai di desa Curahnongko kecamatan Tempurejo. Perjalanan saya lanjutkan terus naik keatas tak terasa sampai di Taman Nasional Meru Betiri.

Perjalanan di Taman Nasional Meru Betiri pada awal perjalanan memang cukup halus jalannya dengan aspal hotmix, walaupun dengan kelokan dan tanjakan yang menantang. Sepanjang jalan mempunyai keunikan - keunikan tersendiri dengan kesempurnaan pemandangan alam hutan dan pegunungan. Sayang beberapa bukit terlihat gundul, terlihat telah dijadikan lahan sawah oleh penduduk sekitar.

Beberapa tanjakan dan kelokan sudah terlampaui, akhirnya jalan aspal berakhir dengan jalan berbatu dengan tanjakan dan kelokan tajam dengan tebing - tebing curam. Hutan mulai lebat dengan pohon tinggi dan aneka satwa mulai monyet sampai burung menghiasi hutan Taman Nasional Meru Betiri.

Hari sudah beranjak sore perjalan menuju pantai Bandealit masih setengah perjalanan, akhirnya saya putuskan untuk kembali karena untuk turun gunung memerlukan cahaya matahari.

Untuk selanjutnya tunggu perjalanan di Taman Nasional Meru Betiri....

2 komentar:

bangrudy mengatakan...

huaduuuuuh...sayang gak terus ke Bandealit. Kalo kesana tuambah siiip deh. Istimewa...pake telur dua. Udaranya kayak Ozone ...

(^oo^) bad girl (^oo^) mengatakan...

Feel good......

Kawah Ijen