Selasa, 26 Agustus 2008

LPG Naik Lagi, Rakyat Menjerit


Hari ini pertamina menaikkan harga LPG untuk 12 Kg dan 50 Kg.

LPG (Liquefied Petroleum Gas) menurut wikipedia Indonesia adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. LPG ini adalah salah satu bahan bakar alternatif selain BBM atau minyak tanah.

Indonesia adalag salahsatu negara penghasil gas alam terbanyak di dunia, dengan keadaan alamnya, maka Indonesia merupakan penghasil Gas alam urutan ke 11 dari 20 negara penghasil gas alam terbesar di dunia, dan urutan ke 9 dari 15 tambang terbesar gas alam di dunia ( http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam ).

Beberapa waktu lalu pemerintah mencanangkan LPG-nisasi dengan menghentikan produksi minyak tanah. Hal ini memang disambut berbagai pihak dengan banyak komentar dan sangat membuat masyarakat menjerit karena minyak tanah hilang di pasaran di ganti dengan LPG. Memang pemerintah menggelontorkan tabung gas LPG 3 Kg, dengan gratis pada masyarakat miskin. Dan harga LPG ini disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya sedikit lebih murah. Tapi banyak kendala dengan LPG-nisasi ini, Pertamina sempat tersendat dalam produksinya. Dengan alasan permintaan yang meningkat, tabung yang belum siap produksi. Dan akhirnya Pertamina masih bisa menyimpan stok LPG untuk kota - kota besar, tapi tetap di luar jawa bahkan di jawa pun masih tersendat dan LPG masih langka.

Biasalah alasan klasik, produsen dalam menunggu kenaikan harga.


Hari ini Pertamina sebagai pemegang hak monopoli dagang LPG di Indonesia dengan tanpa melihat tingkat perekonomian masyarakat Indonesia menaikkan harga LPG tersebut. Memang untuk 3 Kg tidak ikut naik, tapi untuk 12 dan 50 Kg dengan leluasanya Pertamina menaikan harga dengan tidak melihat tingkat perekonomian rakyat yang semakin tercekik. Dengan alasan menyesuaikan dengan harga gas alam dunia.

Indonesia merupakan salahsatu negara penghasil gas alam terbesar. Kenapa Indonesia harus terpengaruh dengan harga dunia?

Seharusnya pemerintah bisa membuat harga tersebut tidak naik, seharusnya pemerintah bisa menekan pertamina untuk memproduksi gas alam hanya untuk kepentingan Indonesia.

Gas alam Indonesia adalah kekayaan alam Indonesia dan berarti pula adalah milik rakyat Indonesia.

Seharusnya produksi gas alam adalah untuk kepentingan rakyat Indonesia. Dan seharusnya tidak terpengaruh harga dunia. Karena Indonesia adalah produsen maka Indonesia berhak menentukan harga sendiri, yang sesuai dengan kekuatan masyarakat Indonesia.

Picture by wikipedia Indonesia

Tidak ada komentar:

Kawah Ijen