Jumat, 05 Desember 2008

Yang Terlupakan Ketika Haji

Sebuah renungan haji oleh Suparman Al-Fayyah, M.Hi.
Bulletin Al-Baitul Amien - Jember
Sabda Nabi Muhammad Saw., ketika hari pembebasan Makkah : dari Ibn Abbas RA, ia berkata :
" Rasulullah Saw. Bersabda pada hari penaklukan kota Makkah, ' Ini adalah daerah yang diharamkan Allah Swt., tidak diperkenankan menebang pohon, memburu hewan dan tidak boleh mengambil barang yang hilang kecuali setelah diumumkan' ". ( HR. Bukhari ).


Sabda Nabi Muhammad Saw., ketika adi Madinah :


" Rasulullah Saw. bersabda : ' Sesungguhnya Nabi Ibrahim telah mengharamkan tanah Makkah, dan aku akan mengharamkan tanah Madinah dan daerah yang ada di sekitar dua tanah hitam dan berbatu di timur dan barat Madinah, tidak boleh menebang pohon dan berburu hewan buruan ' ". ( HR. Muslim ).

Aturan ini tidak hanya terkait ibadah yang murni hubungan antara hamba dan Allah Swt, tetapi didalamnya terdapat seruan agar umat Islam lebih memperhatikan pelestarian lingkungan, dengan tidak memotong pohon dan membunuh binatang.

Tersirat bahwa setiap daerah harus mempunyai kawasan lindung dan konservasi dimana seluruh kegiatan eksploitasi alam dilarang didalamnya.

Larangan Nabi ini pada dua tempat Makkah dan Madinah seharusnya menjadi model pembangunan berkelanjutan bagi seluruh umat Islam, dimana kedua tempat tersebut setiap tahun dikunjungi oleh umat Islam untuk haji dan umrah. Larangan Nabi untuk tidak menebang pohon dan berburu binatang adalah contoh terbaik untuk disebarkan kepada masyarakat sepulang haji atau umroh, berpotensi besar untuk menyebarkan kesadaran lingkungan ke seluruh dunia.



Walaupun dalam kenyataannya sangat bertolak belakang, atas nama kebutuhan umat Islam Makkah dan Madinah telah disulap menjadi sebuah kota super modern yang menyediakan fasilitas super canggih dan mengagumkan tanpa melihat dan menggeser pesan-pesan spiritual tentang pentingnya konservasi lingkungan hidup.

Larangan untuk tidak menebang pohon dan membunuh binatang di tanah haram tersebut adalah pelajaran untuk umat Islam agar tidak merusak hutan dengan segala kekayan alam di dalamnya, karena hal tersebut mendatangkan bencana alam yang seolah enggan pergi dari bangsa ini yang meminta korban nyawa tidak sedikit begitu pula harta yang tidak sedikit pula.
Indonesia merupakan negara pengrusak hutan nomor wahit di se-entaro dunia ini adalah kenyataan yang dikeluarkan oleh Greenpeace.
Ditengah ancaman kerusakan hutan dan ancaman bencana yang mengintai setiap saat tersebut, sudah seharusnya ibadah haji menjadi salah satu pendorong bagi umat Islam untuk lebih memperhatikan keseimbangan lingkungan sekitarnya, khususnya pelestarian hutan.

Mudah - mudahan pelajaran ini akan terus dijaga dan dilaksanakan oleh para jamaah haji pada khususnya dan umat Islam secara keseluruhan. Amin ya robbal alamin....
Bulletin Al-Baitul Amin edisi 694 / 5 Desember 2008.
(c) 2008 Picture by www.dar-ul-ishaat.com

Tidak ada komentar:

Kawah Ijen