Senin, 01 September 2008

Nyanyian Sunyi Rowo Cangak





Angin hembus semilir tembus hijau daun
Buat daun bergoyang laksana penari gandrung
Lemah gemulai undang untuk turut menari





Lemparan selendang dahan karet
Tegas menumbus awan
Biru awanpun takmampu menahan





Harum bunga kopi bercampur kakau
Semerbak tajam tusuk hidung
Hatipun tak kuasa menahan



Redup sinar surya
Menambah anggun siluet sang penari
Berlenggok, bergoyang, bernyanyi



Musik tak ingin henti
Tak ingin juga henti sang penyanyi
Iringi sebuah kelokan episode cerita



Ceritapun berganti
Angin kian kuat tembus awan
Dahanpun rebah serah angin

Surya tak mau mengalah
Gugurkan daun jati
Buat dahaga bumi





Kuat angin menembus air
Gemuruh air kuat menghempas
Membawa sejuta harapan





Hamparan permadani hitam berenda putih
Berpagar hijau daun dan tegas karang
Berkelok indah sepanjang mata





Semburat warna biru air dan awan putih
Berpadu deru sang angin dan gemuruh air
Memanjakan hati yang lelah





Nyanyian dan musik alampun
Luluhkan amarah, kikis kesombongan sang karang
Damai hati terasa



Nyanyian Sunyi Rowo Cangak
Karunia alam
Yang terlupakan

Rowo Cangak - Jember, 30 Agustus 2008 by Rudi B. Prakoso
All Picture by Rudi B. Prakoso

4 komentar:

Sandi mengatakan...

Bagus juga yah pemandangannya. Aku jadi pengen nyoba ke ambulu, kalo untuk naik motor jalannya ngga rusak mas?

Anonim mengatakan...

Nah loh, napa waktu aku kesanan kok ga pernah di ajak apa perlu aku ajak yg namanya BOLOKUROWO mau ta jadi rame2 kesana tapi u harus jadi gaet

Rudi B. Prakoso mengatakan...

Ok deh kapan ae ke Jember tak ajak jalan-jalan tapi ada masalah untuk kendaraan, motorku 1 dan kebanyakan tempat - tempat eksotis di Jember hanya bisa di tempuh dengan motor.

egah sukma mengatakan...

nice picture mas...
anda orang jember???

oh ya kalo ke tempat2 eksotis di jember bolehkah saya bergabung dengan anda???
saya tertarik dengan beberapa tempat di jember
email saya di absolutely_lovegah@yahoo.com

Kawah Ijen